Seorang teman yang belajar di SAS pernah bertanya (bisa juga: menguji), “Apa pemahaman mu tentang POPULARITAS?”
Aku jawab begini;
Popularitas adalah Sesuatu yang diinginkan banyak orang, namun ketika dia sudah sampai di puncak ketenaran yang disebut POPULARITAS , orang tersebut ingin membuangnya jauh-jauh.
Kalau tadinya dicari-cari begitu dapat gak butuh lagi. Unik ya? Banyak orang mau menjadi selebritas, namun setelah menjadi figur publik – jadi inceran media, banyak selebritas ogah jadi orang POLPOLER.
Tidak hanya media, sebenarnya – tetapi juga orang-orang biasa. Bila mereka melihat idolanya di Pasar, di Mal, di Bioskop, di Kafe, di Jalan dan dimana saja. Ada saja gangguan, paling tidak – minta tanda tangan dan minta foto bersama.
“Mantapz!!!”, kata temanku tadi. “Jawaban yang sederhana dan pas. Aku pernah dinasehati seorang kawan seniman – HATI-HATI NTAR POPULER LU…!“, tambahnya lagi.
Hmmm…, apa makna POPULARITAS bagi anda???









Nopember 19, 2007 pada 12:35 pm
waduh…maaf saya no koment.
*sok seleb*
Nopember 19, 2007 pada 12:36 pm
yay! tadi vertamax toh..
Nopember 19, 2007 pada 12:36 pm
tenang kang, saya ndak niat hetrik kok..
Nopember 19, 2007 pada 12:37 pm
*halah….*
mangaf yg kena ranjau – maklum anda kan udah seleb! tksh!
Nopember 19, 2007 pada 12:43 pm
pularitas itu banyak dikenal orang tapi tidak mengenal orang-orang yang mengenalnya
sayah lebih suka populis pak
Nopember 19, 2007 pada 12:57 pm
hmmm…
populis? apa lagi tuh?
jawabnya 1 postingan ntar, ya!
Nopember 19, 2007 pada 1:47 pm
Brarti, Popularitas itu sama dengan Upil ya Kang?
Susah payah dicari, pas dapet malah dibuang…
——
kayak si ituh… ngupil
Nopember 19, 2007 pada 2:32 pm
popularitas bagi saya adalah saat njenengan bikin kata “selebritis” yang ngelink ke postingan saya…
Nopember 19, 2007 pada 4:51 pm
hmm apa ya? keterkenalan?
aduh gak ngerti, soalnya blom pernah populer..
Nopember 19, 2007 pada 6:35 pm
ngak penting jadi populer yang penting tulisannya keren
Nopember 20, 2007 pada 9:35 am
popularitas = terkenal
*ah pertanyaan nya gampang*
Nopember 20, 2007 pada 11:17 pm
populer diburu2 orang-orang. capek
Nopember 21, 2007 pada 12:53 am
makanya saya enggan disebut selebblog
Nopember 21, 2007 pada 4:11 am
populer adalah efek yg kita kerjakan, kalo ini yg terjadi biasanya dinikmati. nah yg repot kalo populeritas justru dicari2, begitu udah ketemu malah ga seneng
Nopember 21, 2007 pada 4:49 am
[serius mode: ON]
Jika aku dikenal banyak orang di kampus, maka aku POPULER di kampus… Tapi bagaimana dengan di kota? APa aku juga dikenal banyak orang?
[serius mode: OFF]
Nopember 21, 2007 pada 5:39 am
POP[ULER] yaa betul kalau sudah tenar seperti uler, menggeliat-geliat…
Nopember 21, 2007 pada 11:04 am
Aku nggak tahu, Kang. Aku belum pernah populer sih, makanya aku nggak tahu yang namanya popularitas. Yang aku tahu waktu aku kecil dulu dan selalu merengek untuk dibelikan adalah martabak populair.
Nopember 21, 2007 pada 11:29 am
wah, udah rameh nih!
masih dibuka definisi dari blogger lainnya
yg udah populer maupun yg akan populer
Nopember 24, 2007 pada 11:17 am
[...] sampah-sampahnya yang katrok. Serta memperbaiki niatan sang blogger edan yang tidak mengejar popularitas, melainkan kegiatan blogging ini hanyalah sebagai hobi sang blogger [...]
Nopember 25, 2007 pada 12:29 pm
Kayaknya lebih enak mengalir aja, pak. Hidup itu seperti air. Setiap pilihan pasti ada resikonya Yang mau populer, silakan populer. setelah itu dibuang, ya silakan.
Desember 13, 2007 pada 1:08 pm
[...] Popularitas [...]
Desember 13, 2007 pada 4:12 pm
situ udah populer juga…
apa ndak bosan?
hahaha
Desember 22, 2007 pada 5:26 am
bikin blog utk populer ya mas…
Juni 17, 2008 pada 3:11 am
[...] Eh, terus ada yang nanya, “Kenapa pindah kang? Kalah saingan sama blogger baru? Apa kang Tutur masih perlu dan butuh POPULARITAS?” [...]