Bandingkan, ulasan seorang blogger Pitra Satvika, yang diposting pada April 5, 2008, 10:36 pm
Hanya gara-gara satu film nggak bermutu, kita bisa kehilangan satu sumber ilmu pengetahuan di dunia maya ini. Ibaratnya, kalau film Fitna itu borok di kaki Anda, Menkominfo bertindak langsung cari jalan pintas dengan mengamputasi seluruh kaki Anda. Memang karena amputasi itu, Anda nggak akan punya borok di kaki lagi. Namun, Anda juga nggak akan bisa berjalan, berlari, bahkan belajar mendaki gunung lagi karena kaki Anda sudah tidak ada.
dan sebelumnya, Silvia Sumarlin, “Yaitu dengan metode flagging dan blokir dari IIX.” APJII 04/04/2008
dengan kutipan Antara dari Roy Suryo, tayangan 09/04/08 16:41
“Yang jadi masalah kan kontennya, film Fitna buatan Geertz Wilders yang provokatif dan menyinggung umat Islam itu. Jadi yang diblokir seharusnya film Fitna saja. Sementara itu jangkauan YouTube sebagai situs video-sharing sangat luas. Jangan semuanya diblokir,” katanya.
Roy menyatakan kurang setuju jika pemerintah memblokir akses situs-situs yang memuat film Fitna dan mengumpamakan tindakan tersebut dengan “mengejar tikus dengan membakar lumbungnya“. [hi... hi... ada lumbung tikus tho?]
Ternyata perlu selisih waktu 4 hari untuk mengomentari hal yang sama dengan maksud yang sama oleh seorang Roy. *PAYAH*
Terus, kepleset lagi Flagging menjadi Flaring… *atau wartawan salah kutip?*
[lembaran amp***nya, tebel kalee ye...
]
*Flare = bergejolak, bernyala, bernyala-nyala, menyala-nyala
Makanya,
Bisa-bisa anda Fly…. Flying!
Tags: Bagiku, Blogku, Hackku, Hatiku, Juangku, Resahku, Tanyaku, Tuturku, Usilku











April 11, 2008 pada 3:13 am
pantesan kemarin bingung kok flaring
ternyata salah kutip yaks
*ah wartawan eh ah pak roy*
April 11, 2008 pada 8:17 am
ga bosen kang…bahas pak roy terus
April 12, 2008 pada 11:57 pm
I’m Flaring Without wings.. hehehe..