Judulnya serem buangetzs!
Biarin! Udah Terlanjur disimpan, males ngegantinya.
Anak Bangsat seperti apa kita ini? Disaat kita harus mengoreksi tindakan pemerintah yang akan menaikkan BBM, dan menyiapkan 86 skenario “khusus” untuk itu.
bayangkan! Dan tiba-tiba kok ada “pengalihan” isu tentang kartu setan dan SMS santet. Juga (masih) berhubungan dengan angka 86 dan 666. Ada apa ini? Pemerintahan apa ini? Pedagang macam apa ini? Iklan opo iki? Blogger…?
Mana keyakinan kita sebagai umat beragama, yang meletakkan Allah swt diatas segala-galanya? Astagfirulloooh!
Wajar, kita marah! Seharusnya pemerintah…
*ah sudahlah! Pegel ati, pegel jari, matapun berair di depan monitor!*
Mendingan baca tentang SETAN GEMUK dan SETAN KURUS!
Sekadar info:
*86, Sepasang angka yang sangat populer dikalangan Wartawan dan Polisi
Tags: Aku, Bagiku, Blogku, Hackku, Hatiku, Juangku, Resahku, Tanyaku, Tuturku, Usilku









Mei 9, 2008 pada 4:36 am
ho oh, banyak bener yang bahas kartu setan ntu…
Mei 9, 2008 pada 4:47 am
yoi,..apa iya? ga tau deh…
Mei 9, 2008 pada 10:42 am
kalo nurutin ati, rakyat itu sudah pada kumat darah tingginya
Mei 9, 2008 pada 12:41 pm
eh… ada paman tyo…!
*menjura*
Mei 9, 2008 pada 3:06 pm
“Wajar, kita marah! Seharusnya pemerintah…”
seharusnya pemerintah mesti gimana kang? (tetep menaikan harga bbm kali ya
)
saya rasa ngga perlu dipikir terlalu berat, cukup dihadapi saja
Mei 9, 2008 pada 3:52 pm
sbg rakyat, spt biasa, bisanya “mnghadapi kenyataan”..
Mei 9, 2008 pada 3:58 pm
Kapan 86-nya neh pak? Sekarang serba mahal neh… *mantan wartawan*
Mei 9, 2008 pada 10:07 pm
Dari awal sampai saat ini, saya juga udah syak-wasangka hal-hal yang begitu itu tak lain cuma pengalihan isu yang di-blow-up sama media.
Duh.. kenapa masih ada yang mau dibodoh-bodohi sama pemerintahan
brengsekini?!*siapkan rencana pendidikan politik*
Mei 9, 2008 pada 10:12 pm
Ah… kelupaan pada komen suhu
@ paman tyo
Paman Tyo, jujur saja… saya malau mau lihat rakyat meletup marahnya sekali. Masa bertahun-tahun makan hati.
Saya rela disebut provokator ngomong begini. Mau ngabisin berapa generasi lagi, berapa kepala bayi mesti nongol dan nyesel lahir cuma buat nanggung masalah dan utang-utang negara yang dibikin oleh londo-londo item di pemerintahan yang tak punya harga diri sebagai bangsa besar itu?
*isep rokok di pojok nunggu pemerintah ini kolaps*
Mei 9, 2008 pada 10:13 pm
Duh… typo
Mestinya ini:
Demikian.
*sekalian hetrik*
Mei 10, 2008 pada 9:15 pm
Memang buerat… tapi kan harus dihadapi… gakpernah kan rakyat protes trus BBM turun lagi???
Ya… Pasrah…
(Lemes amat ya…. he eh… emang lemes kalau ingat… pembengkakan “pengeluaran” sedangkan “pemasukkan statis”
Mei 15, 2008 pada 7:15 am
mari kita kesetanan nyari pengganti bbm terutama yg ahli oi, mikir2!
yg miskin jalan kakilah, atawa bersepada, aku liat byk orang ekonomi menengah maksain kredit sepeda motor, kan gengsi naik sepeda
lalu….
kalau rakyat kelaparan, tanggungjawab siapa ya?
Mei 16, 2008 pada 2:27 am
memang benar nih, setannya berwujud wapres …..
Mei 24, 2008 pada 3:30 am
wew…!!!!!! makasih ya udah walking2 ke blogQ