“Front Pembela Islam, adalah target antara. Bisa juga sebagai alat dan sekaligus jadi Korban karena Target Utamanya Jelas adalah Islam dan Umatnya. Waspadalah”.
~kangtutur~
A ‘udzubilLaahi minas syaithaonir rojiim,
Wa minannaasi man yaquulu aa manna bil Laahi, wabil yaumil aa khiri wa maa hum bi mu’miniin.
“Dan diantara manusia ada yang berkata, aku beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Padahal sebenarnya mereka tidak beriman”, begitu kira-kira artinya (Untuk Lebih Pas Silahkan Tanya Ulama Saja.)
Sinyal sederhana dari ayat itu adalah KEIMANAN PALSU alias MUNAFIQ. Dan berbicara tentang perilaku orang Munafiq ini dengan gamblang, jelas dan tegas RasululLah saw telah menerangkan ciri-cirinya:
- Berkata dusta alias bohong alias HOAX.
- Berjanji suka lupa dan sering ingkar.
- Bila dipercaya, berkhianat.
Sangat jelas bukan?
LAKPESDAM NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama, Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA), Ikatan Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), KSMU, JUSTICIA, LS3, ILHAM, dan INSIDE, adalah organisasi yang mengutuk tindakan Front Pembela Islam (FPI). Tentu masih banyak orang maupun organisasi yang “ndongkol” dengan tindakan FPI. Mereka tergabung dalam wadah Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AAKBB).
Walaupun, Juru Bicara KePresidenan, Andi Malarangeng mengatakan konflik ini bukan disengaja untuk Pengalihan Isu Kenaikan BBM tapi Umat Islam telah terlanjur tercoreng namanya. Sebagai Umat yang Brutal.
Pendapat
Namun pendapatku mungkin agak berbeda, Ada sebuah skenario besar (Grand Design) yang memang dirancang untuk menyudutkan dan mempersulit posisi umat islam tidak hanya di Indonesia tapi juga di tingkat dunia.
Singkatnya, organisasi-organisasi diatas termasuk Ahmadiyah dan FPI sekalipun cuman alat. Alat pembusukan bagi Islam sebagai Agama yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga terkesan dilakukan oleh umat Islam itu sendiri. 
Artinya, Targetnya justru Islam itu sendiri dan Umatnya. AstaghfirulLah!!! Dan yang pasti, kita sebagai umat islam kita sebagai rakyat adalah KORBAN sebuah Rancangan Besar. Jadi untuk apa kita saling menghujat dan menyerang kalau toh akhirnya MENANG JADI ABU – KALAH JADI ARANG.
Siapa dalangnya? Entahlah! Antene gue gak nyampe tuh!
Wal Laahu a’lam (Hanya Allah swt yang tahu) – Aku hanya merasa letih, rintih dan ringkih!
Sampai kapan, wahai Para Penguasa!!!
—sedikit update!
Sepertinya, ada lagi bentukan baru bernama Komando Laskar Islam (KLI) dengan Munarman sebagai Panglimanya. Kini sedang bersiap siap untuk berurusan dengan Koran Tempo.
Hi.. hi… makin serem aje!
Tags: Bagiku, Blogku, Hackku, Hatiku, Juangku, Resahku, Tanyaku, Tuturku










Juni 3, 2008 pada 1:11 pm
Ntah la
Saya jg g ngrti mw ngmg apa..
Juni 3, 2008 pada 1:18 pm
Kalau begitu kenapa Islam bisa dimusuhi? Kenapa agama lain tidak? Kenapa agama hindu bisa tentram? kenapa agama budha bisa tentram? kenapa agama kristen bisa damai? kenapa agama katolik bisa damai?
Orang akan menilai dan menghormati kita baik jika kita bersikap baik dan sopan, begitu sebaliknya.
Masalah yang terjadi di Agama Islam bukan disebabkan oleh orang lain, tetapi oleh orang Islam itu sendiri. Menrut saja begitu. Sehingga silahkan diri orang Isalm itu sendiri mengatur diri sendiri dan berperilaku yang beradab
Juni 3, 2008 pada 1:38 pm
@indera keenam
Itulah jawabnya! Mungkin indera mu perlu ditambah satu lagi!
Juni 3, 2008 pada 1:54 pm
Walah, konspirasi lagi.
Intinya sih kalo yang mau diperalat itu waspada, ya percuma mau grand design secanggih apapun.
Oh iya, saya sangat meragukan Gus Dur bisa diperalat.
Juni 3, 2008 pada 3:18 pm
setuju dengan dana, hanya orang bodoh yg bisa di adu, jadi klo beradu berarti….???
salam kang tutur, numpang lewat saya
Juni 3, 2008 pada 9:43 pm
Saya dari dulu sampai sekarang tetap saja bodoh…. (dasar saya memang bodoh! ), tetapi kalau boleh tahu grand desain seperti apa mas.
Salam kenal.
Juni 3, 2008 pada 11:03 pm
gimana kalau kita kambing hitamkan setan saja ?!
jadi sejahat apapun kita, sebejat apapun kita … akan tetap dapat melenggang dengan tenang menuju surga, karena akan ada setan yang mempertanggug jawabkan segala kejahatan kita
Juni 4, 2008 pada 2:35 am
*kembali berburu wanita lagi*
Juni 4, 2008 pada 5:48 am
“Agama mu untuk mu Agama ku untuk ku ”
Agama adalah pembela kita di dunia akhir. bukan kita yang jadi pembela agama,kita cukup menjalankan perintah2 agama yg kita yakini masing2….
jadi apapun agamamu lakukan perintahnya selama tidak merugikan orang lain,merasa benar lah ttg agama mu tapi jgn hukum orang yang tidak sekeyakinan dengan mu….
*merasa benar seringkali adalah kebodohon terbesar yg kita lakukan*
Juni 4, 2008 pada 9:09 am
saya setuju mana mungkin GusSur eh GusDur bisa diperalat lah dia yang memperalat, bego amir ya kita…
Juni 4, 2008 pada 9:16 am
Sebagai ALAT atau DIPERALAT yang JELAS umat dan agama ISLAM adalah KORBAN
Juni 4, 2008 pada 9:42 am
@danalingga
saya juga ragu GUS DUR bisa diperalat, tetapi kalau memperalat ……..? ah saya jadi ragu ragu dan takut sama banser ah….
Juni 4, 2008 pada 10:36 am
@watonist
bagaimana kalau kambing yang kita jadikan setan….?
Juni 4, 2008 pada 12:22 pm
hebat ya sang pembuat skenario..
banyak yang termakan hasutannya..
Hati2 jangan sampai terbawa provokasinya…
salam
Juni 4, 2008 pada 12:35 pm
Emang iya sih, ini tujuannya jelas untuk menyudutkan islam. tapi tetep aja itu orang2 FPI gak bisa dibenarkan. Karena mereka gak bisa menaham emosi merreka
baca tulisan saya mengenai FPI disini
kamal87.wordpress.com – AKKBB, Kalian sesat. FPI, kalian telah salah bertindak
kamal87.wordpress.com – bagaimana seharusnya muslim menyikapi film fitna
Juni 4, 2008 pada 12:49 pm
Kita lihat, FPI organisasi yang lemah visi dan tidak memiliki form yang jelas. Tidak menunjukkan seperti organisasi yang kompeten dan kredibel. Tujuan membela agama hanya displacement saja. Coba dibandingkan dengan organisasi yang lain seperti NU atau Muhamadiyah yang melalui segala jaman perjalanan Indonesia. Kedua organisasi tersebut memiliki visi yang jelas dan mengakar di hati masyarakat. FPI hanya sekedar reseovoir dari para oportunis. Selama FPI tidak mengembangkan profesionalisme dan kompetensi untuk masuk ke hati masyarakat, maka masyarakat akan memalingkan muka. Insistensi FPI pun surut dengan sendirinya oleh konsekuensi yang dibuatnya sendiri. Kita akan melihat perkembangannya.
Juni 4, 2008 pada 1:18 pm
@ indera keenam: dirimu kan g mengerti apa2
Juni 4, 2008 pada 7:09 pm
FPI salah….Karena menggunakan kekerasan dalam menyadarkan umat…
AKKBB lebih menyesatkan dengan membela Ahmadiyah…
Salam kenal dari padhepokananime
Juni 4, 2008 pada 7:49 pm
fotografer
Juni 5, 2008 pada 3:48 am
assalamualaikum
kita hendaknya cerdas dalam memilih berita. semuanya punya tendensi.
kita harapkan polisi adil. yang diusut dua belak pihak.
kita introspeksi diri. kualitas dakwah kita bagaimana. ada kewajiban ama’r makruf nahi munkar dengan hikmah dan pelajaran yang baik
http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/04/menyikapi-bentrok-fpi-akkbb/
Juni 5, 2008 pada 3:57 am
yang muslim perbaiki diri. kita dakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik. ada kewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar.
yang jagonya komen provokasi: tobat woi.
Juni 5, 2008 pada 6:41 am
@indera keenam: Membela Islam dengan semangat meledak-ledak ala anak muda adalah domain FPI. Kalo soal pendidikan, sosial, ngaji kitab, itu domain NU dan Muhammadiyah. FPI ga perlu menyaingi mereka. FPI sudah tepat mengisi ceruk yang tersisa. FPI tetap eksis meskipun sekarang diguncang prahara, selama pemerintah bermuka dua terhadap warganya yang melakukan pidana, baik secara hukum agama maupun negara.
Juni 5, 2008 pada 7:39 am
eike bukan orang FPI, tapi FPI asoyyyyy
Juni 5, 2008 pada 9:25 am
benar kang tutur,
abang sepakat. ini gawean pemerintah yg gak bener. ditambah konspirasi asing.
salamhangat
berbagi cerita
Juni 6, 2008 pada 4:40 am
Kalo kita mau sadar dan siapapun paham ini semua promosi buruk dan super busuk. Sebuah kebohongan akan ditutupi dengan kebohongan baru. Sebuah kekerasan akan dipupus dengan kekerasan pula. Maka makin busuk dan makin keras saja gambaran wajah kita. FPI dan para laskar harus sadar ini. Anda mungkin berpikir benar. Tetapi kalau hasilnya dianggap anda direkayasa jahat, yang mendapat malapetaka itu siapa? SADAR DAN SADARLAH. Kembali kepada syahadat anda. Kita selalu bilang Agama Allah, jadi bukan milik pribadi sampai perlu laskar pembela segala.
Juni 10, 2008 pada 11:50 am
we are under attack!
http://www.syabab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=256:insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation&catid=33:opini&Itemid=55
Juni 10, 2008 pada 12:05 pm
ini juga sama
http://pormadi.wordpress.com/2008/06/05/rand-corp-adu-domba-umat-islam-insiden-monas/
Juli 1, 2008 pada 1:47 pm
Wah.. lebih baik mengaca atau introspeksi diri deh daripada mikirin konspirasi atau enggak… Selama bangsa kita masih suka cari kambing hitam, nggak bakalan ada habisnya masalahnya… karena menjadi tidak jelas siapa yang akan dibereskan dan selalu merasa tidak punya salah tapi yang salah orang lain entah siapa.. jadi gimana?
Lebih baik introspeksi dirilah.. selama ini kabar tentang Indonesia berantakan di luar negeri… Perbaikilah diri kita dahulu, jangan selalu menyalahkan orang lain…