Sebagai warga negara ketika sudah berumur 18 tahun telah memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Pemilu yang pertama kuikuti adalah pada tahun 1987. Biasalah, karena faktor orang tua aku memilih Golkar, Berikutnya adalah pada tahun 1992, saat menjadi mahasiswa.
Posts Tagged ‘Caleg’
Pengalaman Memilih dan Dipilih
April 9, 2009Memilih itu Menghina
April 7, 2009
Kapok oleh aroma Mpempek Plembang, aku jadi kangen Sate Padang lalu aku pun berkeling Kota Ampera ini. Akhirnya jumpo jugo, al hamdu lil lah!
“Sate ciek, lai ba ati Jo?”
Tukang sate itu kaget dan sedikit melotot ketika ku tanya, “Punya hati gak Jo” – maksudku itu sate yang dari Hati Sapi. Oh, sate Padang itu selain ada Daging, juga ada Lidah dan Jantung atawa Hati.
“Lai lah, nan dak punyo ati caleg caleg tu ha…” (Punya, yang gak punya itu para caleg) – tentu maksudnya “punya hati” dalam tanda kutip.
“Jan berang-berang, Jo. Iko maso tenang mah?” pancingku sembari meredakan kemarahannya.
Tak lama sate pun terhidang. Hmm… niq maaaaaaaaaat!!!
Inilah Bapakku
Desember 10, 2008Selsius politik yang semakin menghangat seakan mengalahkan dinginnya hari-hari dimana kebanyakan wilayah Indonesia diguyur hujan dan ditenggelamkan banjir.
Banyak anak-cucu mantan pejuang dan pembesar negeri ini turun terjun ke gelanggang politik. Menjajakan visi dan misi kebangsaan dan perubahan. Tapi…???
Yah, kalau untuk diri mereka sendiri saja mesti “ndompleng” dan “nebeng” kebesaran nama Buapaaak Moyangee…, Apakah kita, bangsa dan negara ini dapat berharap buuanyyaak???
Kata Bijak:
Bukanlah Pemuda/i itu, yang berkata “Inilah Bapakku…!!!”
Ada pendapat lain??? Komentar deh…!






