sholat boleh di langgar

Agustus 16, 2007

Jakarta adalah kota besar yang sangat sibuk, macet dan melelahkan.

Apa kaitannya dengan Sholat? Penduduk Jakarta menyebut tempat sholat bersama (musholla) dengan Langgar. Fungsi Langgar di Betawi ini mirip dengan Surau di Minangkabau. Tempat mengaji belajar al qur’an, belajar sholat dan ilmu agama islam khususnya. Para malaikat rahmat akan menaungi orang yang menuntut ilmu agama. Siapa yang berdiam dengan niat ibadah akan mendapatkan ketenangan, bagai ikan dalam air. (bukan dalam penggorengan)

Sedari kecil anak-anak Betawi begitu dekat dengan Langgar. Konon dulu setelah sholat bersama di Langgar dan selesai mengaji al qur’an juga diadakan latihan silat untuk beladiri. Si Pitung adalah tokoh Betawi yang sangat terkenal, dia dibesarkan dan belajar di Langgar.

Sekarang?

Anehnya? Langgar juga berfungsi untuk meraih simpatisan, konstituen oleh para calon Gubernur. Seringkali acara ceramah disusupi oleh “pesan sponsor” dengan menyumbang semen, batu bata, tikar sajadah dan lain-lain. Namun intinya adalah pilihlah aku.

Sakali ayie dalam – Sakali tapian baranjak. Adat kebiasan bisa berubah menurut zamannya. Langgarnya tidak berubah, tapi fungsinya berubah. Berubah, karena ulama dan ustadznya juga berubah kepentingan.

Selayaknyalah, fungsi Langgar itu untuk belajar ilmu agama, mengaji dan sholat bersama saja. Sholat bersama di Langgar lebih utama dari sholat sendirian di rumah. 1:27. Dan seorang pemuda yang terpaut hatinya dengan Langgar disebut-sebut sebagai calon penghuni sorga.

Jadi kalau urusan sholat bukan hanya “boleh” namun sangat dianjurkan melakukannya bersama-sama di Langgar.

Banyak sekali manfaat sholat bersama di Langgar terasa terutama pada bulan Puasa, selain pahala (tentunya! kalo hanya mengharap ini) juga mempererat rasa persaudaraan. Sehingga timbul rasa ingin berbagi, entah itu ilmu, entah itu harta. Juga untuk berdiskusi, musyawarah, mencari solusi guna memecahkan masalah umat. Luar biasa fungsi Langgar itu sebenarnya.

Memang, sangat disayangkan kalau fungsi “mulia” Langgar ini diselewengkan oleh oknum-oknum pemimpin di balik baju ulama, ustadz, habib, lurah, camat, walikota hingga gubernur dan bahkan pengusaha….???

Astaghfirullah………!!!

Iklan

8 Tanggapan to “sholat boleh di langgar”

  1. SanaMo Says:

    berarti sekarang dah nga ada lagi ulama yg bersih kebanyakan ulama sekarang pake sorban buat nutupin tanduk merahnya ….huehuehueue kapan negeriku banyak ulama kek dulu lagi … merindukan org seperti H.Agus Salim, gitu 8-> sekarang langgar mah buat pelanggaran Om…. mungkin dalam 100 cuma 1 yg “BoneH”
    ———
    “BoneH” = bernas ; padat berisi [bhs:minang]

  2. mathematicse Says:

    Hahaha…, betul sholat memang boleh di Langgar.
    Hmmmh, memang amat disayangkan, seringkali Langgar yang mulanya berfungsi untuk tempat ibadah dan menuntut ilmu sekarang sudah disusupi kepentingan politik. Lucunya, para ustad/kyai banyak yang setuju. Selain(mungkin) karena embel-embel sumbangan, juga ada keuntungan lain.
    Ah, perubahan yang semestinya tidak terjadi…
    Mudah-mudahan masih banyak kyai/ustad yang jujur, sehingga Langgar bukan sebagai tempat kampanye. 😀
    ————-
    dilema, bang Jupri!
    kadang itu berurusan dg perut :mrgreen:

  3. Pak AR Says:

    Kang, kemarin saya bertemu ustadz Yunus Bako-MMI, kata beliau sekarang ini Ulama pada ‘tidur’ sehingga ummat ndak ada yang ngengitin, makanya tinggal dikit yang bersyukur… gitu. wajazakallah
    —————–
    walah, bukannya bahaya! kalo kite ngingetin ulama, kebalik atuuuh……. (bisa kene semprot kite) 😆


  4. Ulama-ulama harus rajin dulu ikut seminar-seminar dan pelatihan pengembangan diri kali yee…atau seminar motivasinya Andre Wongso.

  5. masbro Says:

    no koment dech,…


  6. Saya kira dilanggar, tahunya di langgar.. :mrgreen:
    Ah, ya. Benar. Pejabat Keparat itu pernah kampanye lewat Musholla. Ornag beramai – ramai membuat Masjid besar, kenapa tidak berkampanye di situ…? Kalau sholat di Musholla jauh lebih khusyuk, tidak kedinginan karena angin glebuk dari luar. 😀


  7. Dilanggar maksudya di musholla..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: