Rahasia Ilmu Bayang-Bayang 7

September 5, 2007

Pernahkah anda mendengar cerita zaman dulu ada satu orang berada di beberapa tempat sekaligus dalam waktu yang (hampir) bersamaan? Aku pernah, namanya Engku Labai, tinggal di sekitar Lubuak Aluang (sebuah kota antara Padang dan Padang Panjang). Engku Labai ini dikisahkan sedang ditahan di penjara penjajah Belanda namun pada saat yang (hampir) bersamaan tadi ada orang-orang yang melaporkan dia sedang berkotbah Jum’at, adalagi yang melihat dia sedang berbelanja di Pasar, mencangkul di sawah … dst.

Apa rahasianya? Sederhana banget kalo dituturin tapi ribet dilakonin.

Ini tentang kehebatan manusia yang terdiri dari unsur jasmani dan rohani. Mengikuti asal usul-usul jasmani manusia lebih dekat kepada binatang. Dan mengikuti asal-usul rohani manusia lebih mirip malaikat. Jasmani berasal dari tanah, air dan logam/mineral. Sementara rohani berasal dari cahaya.

Saat ini rohani terbelenggu oleh jasmani, sebab kita hanya memberi makan jasmani sehingga dia semakin kuat hari demi hari. Dan rohani kita lemah, tak berdaya, karena kurang makan. Kalau makan jasmani adalah karbohidrat, protein, air, vitamin dan mineral maka makanan rohani adalah ritual ibadah, sesuatu yang spiritual. Seperti meditasi, yoga, (saya kurang tahu ritual di luar islam – tanpa mengurangi rasa hormat, ijinkan saya menutur makanan rohani menurut islam) suluk, tarekat, membaca kitab suci, sholat, dzikir, tidak iri dan dengki, berbuat baik ke sesama makhluk, … pokoknya hal yang mengenyangkan rohani.

Jadi, proses yang dilakukan oleh Engku Labai adalah mengenyangkan rohani dan melaparkan jasmani. Sehingga pada “tingkatan tertentu” jadilah jasmani itu lebih lemah dan rohani itu menjadi kuat. Dan yang terjadi adalah jasmani terbelenggu oleh rohani. Karena rohani berasal dari cahaya maka dia pun akan bergerak secepat cahaya. Jasmani yang lapar, lemah dan terbelenggu tentunya akan mengikuti saja kemana rohani bergerak.

Menurut Jeung Wiki, kecepatan cahaya adalah 1.079.252.848,8 km/jam setara dengan 299.792.458 m/detik. Engku Labai (karena dia seorang yang suka melaparkan jasmani dan mengenyangkan rohani) bergerak dengan kecepatan cahaya di bumi. Keliling bumi itu sekitar 40.008.000 m. Dengan proses pembagian sederhana didapat hasil:

299.792.458 : 40.008.000 = 7.49331

Artinya dalam satu detik rohani manusia bisa mengelilingi bumi lebih dari 7 kali. Sementara Engku Labai hanya berputar-putar di sekitar Sumatera Barat saja tidak berkeliling bumi.

Nah, kalau berhasil menerapkan teori ini, lalu kita melesat menurut arah perputaran bumi pada sumbunya (tentunya lebih cepat) maka kita akan menuju ke masa depan. Sebaliknya, bila melawan arah perputaran bumi pada sumbunya maka kita akan balik ke masa lalu. (Duh, kalau saja Einstein, tahu?)

Persoalannya, seberapa kuat kita “melaparkan” jasmani? Tidak hanya nasi, gandum, jagung, daging sapi, ayam, ikan, sayur, buah-buahan yang kita lahap. Tetapi juga minyak tanah, emas, perak, timah, besi, batu bara, lumpur lapindo, beton, semen, pasir, tanah, pulau, sungai, laut, hutan, mobil, kapal, pesawat tempur dan… bahkan manusia itu sendiri kita makan.

Jadi rahasia ilmu bayang-bayang 7 ini tidak akan memberi manfaat, itu sebabnya aku buka saja. Biar semua orang tahu. Hu… hu… hu… :mrgreen:
NB: bagi yang ingin mencoba, berhati-hatilah!

Iklan

26 Tanggapan to “Rahasia Ilmu Bayang-Bayang 7”

  1. Dimas Says:

    Assalammualaikum 🙂
    Kang alhamdulillah ketemu blogmu! banyak postingan yang mencerahkan jiwa. Alhamdulillah
    Benar apa kata kang tutur, memang jalannya berbahaya dan penuh jebakan. Tetapi Insya Allah jika kita benar-benar tulus ingin belajar mengenal-Nya Ia akan mengirim kita seorang pembimbing yang akan mempercepat ‘jalan’ kita menuju Diri-Nya. Begitu kata para pejalan ruhani…hehehe 😀
    Tetap berbagi yah
    Wassalam wr wb 🙂
    ——
    ‘alaikum salam, senang juga bertemu blog Mas diMas 😆

  2. bella Says:

    ide untuk melaparkan jasmani dan mengenyangkan sangat sangat baguuuus…
    i like it very much

  3. 'K, Says:

    Sereem kang ilmunya
    saya mah ilmu celana dalam ajah
    hihihi salah yah, tenaga dalam maksudnya 😛
    ——–
    hi… hi… bisa ajah… [kt2]

  4. fira1972 Says:

    Assalamualaikum, terimakasih ya kang udah mampir di blog saya wah saya gak mau coba ah takutttt seremmmm…ampe manusia makan manusia kanibal dong kang….Wassalam
    ——
    ‘alaikum salam,
    iya…, kalo takut jangan deh…, tapi kalo “bisa” kan kemana2 gak perlu beli karcis? :mrgreen:

  5. deking Says:

    Kalau ilmu untuk mengenyangkan jasmani dan rohani gimana nich Pak? 😀
    ——

    *mode kaget, ON*
    belum kepikir! tapi…,
    mengenyangkan (+) melaparkan (-) mmh… bentar
    *mode kaget OFF*
    ——
    *mode mikir, ON*
    apakah mengenyang (+) jasmani mesti dg melaparkan (-) rohani ?
    *mode mumet, ON*
    sabar, tunggu…, mohon ijin utk munajah dulu… 😆
    hey, ada rumusnya gak coba deh deKing+Al Jufri diskusi, deketan kan?

  6. junthit Says:

    kupasannya keren kang…salut!
    ——
    kupasan? emangnya *pisang* ?
    he… he…!
    makasih, salutnya – sudah kuteruskan ke yg berwajib…, alhamdulilLah.
    [sedang apa di Bahrain, Belajar?]

  7. Joerig™ Says:

    bukannya pergerakan benda melebihi atau mendekati kecepatan cahaya dan hubungannya dengan time-travelling itu teorinya einstein ? …
    *bingung*
    ——
    he… he… emang! Maksudku, kalau saja Einstein tahu [kenal] dg Engku Labai…
    [kt2]

  8. wewenK Says:

    Subbehanallah… sebenar klo dah deket ama Allah apa saja dapet cepet…angku labai seperti mirip dengan mi’ratnya nabi yg terbang menembus langit… pingin juga deh punya ilmu kanuragan kek angku labai… pi perut kudu ga kuat nahan laper :)) maklum iman masih rapuh kang:-D ok tulisannya.. tambahan dikit gw juga pernah denger cerita langsung dari paman gw klo guru “sulut”nya terbang dan tasbih bercahaya klo yg ngerjakannya khusuk dan jadi kelabang klo kurang kosentrasi… aneh kan 😕 pi kita harus ambil dengan iman jgn dengan akal, klo bisa gila sampeyan 😀

  9. atmo4th Says:

    Kok saya jadi pusing sendiri,,
    ah lanjutin makan aja deh..
    ——
    lagi ngasih makan yang mana? [kt2]

  10. selvi Says:

    “Jadi, proses yang dilakukan oleh Engku Labai adalah mengenyangkan rohani dan melaparkan jasmani. Sehingga pada “tingkatan tertentu” jadilah jasmani itu lebih lemah dan rohani itu menjadi kuat”.

    seandainya kita bisa seperti itu.. bisa dibayangkan apa jadinya dunia ini?
    ——
    jadinya? sepertinya negara, ktp, paspor… dst tentu gak perlu lagi 😀


  11. Beraaatttttt…Daleeeeeeeemmmmmm
    Jadi inget cerita sufi-sufi dan syekh siti djenar.

  12. wandi Says:

    Assalamualakum
    kang..salam kenal
    Mengenyangkan rohani dan melaparkan jasmani harus lah singkron terhadap kedua unsur itu agar tercipta sistem yang baik……..bener ga kang?????
    heeeeee.eeee
    Engku Labai tuh urang tuo awak di kampuang kang..
    tq.
    ——
    ‘alaikum salam – dari Sumbar ya Wan? [kt2]

  13. Irwan Says:

    Ilmu bayang2 biasa saya pake..
    pada saat mati lampu malem2 pake lilin atau lampu tempel mulai deh ilmu bayang2 mirip burung, kelinci kucing garong dll di dinding
    hehehe ga nyambung yah…
    ——
    nyambung ajah… [kt2]

  14. ryev4 Says:

    Klu ada duit knapa hrs melaparkan diri, itu namanya menyiksa diri klu intinya hrs imbanglah keduanya deket rumah gw ba’da maghrib ada kajian kitab kuning loh ustadnya juga dari kalangan akademisi jadi enak bgt deh selain agamanya mantap akademisnya juga ok
    ——
    oh, ya? [kt2]

  15. hoek Says:

    *clingak clinguk nyari si ratu adil*
    hmm…tumben, biasanya si ratu adil lagi tebar komen negh?
    be te we kang, kalo emang cepet banget, repot dunk? bisa-bisa kalo saia pengen ke WC pas lagi kebelet, bisa kebablasan, dan mesti muter-muter bumi 7 kali…wah repot…mendink ngenyangin jasmani aja.
    ——
    hoek… hoeek… hoeek , cape deh……. muter2 ya? [kt2]

  16. ryev4 Says:

    Innal Mubadzirina Kanu Ikhwanasyayatin, sesuatu yg berlebihan itu tidak bagus sepertiga makanan, minuman, udara, Klu daging Berlebih Itu Tumor 🙂 selagi doyan mah gpp sebelum sakit
    ——–
    makasih, ustadzah [kt2]

  17. Flo Says:

    dari dulu bukannya manusia tidak pernah bisa melaparkan jasmani…, makanya yang harus ditingkatkan adalah rohaninya biar paling nggak jadi seimbang 🙂

  18. baliazura Says:

    Jet li aja bisa tanpa bayangan lho..:)
    ——
    dia rajin meditasi di Kuil Shao Lin :mrgreen:

  19. peyek Says:

    wah…bagaimana ya..

    lha wong kadang-kadang minyak tanah, emas, perak, timah, besi, batu bara, lumpur lapindo, beton, semen, pasir, tanah, pulau, sungai, laut, hutan, mobil, kapal, pesawat tempur dimakan je!

  20. sanggardewa Says:

    ok buanget kang….
    yg jelas harus sama2 kenyang, jasmani kenyang rohanipun kenyang, kan do’anya minta hasanah dunia akhirat. maksih dah mampir ke blog saya.
    salam cinta kasih
    ——
    sama2 😆 [kt2]

  21. irdix Says:

    humm.. jd misal sang obyek jalan menjauhi sebuah jam dgn kecepatan cahaya, jam-nya seolah berhenti yah.. asbun ajah. :p

    *manggut2*

  22. anakmalam Says:

    wah, keren banget ilmunya,
    hei… all, ada yg lihat ratuku enggak….
    bau……

  23. KaiToU Says:

    Hmmm…. mungkin Engku Labai itu dah pake internet kali, ya…
    kecepatanna wuzz.. wuzz… 😛

  24. mucheuh Says:

    pantesan ada istilah pusing 7 keliling… maksudnya ini toh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: