Siapa yang diikat?

September 17, 2007

Tuturan ini aku posting, sembari menyantap kolak pisang + ubi + cingcau dkk. Dan sebelumnya begitu bedug maghrib berdegup sudah kutelan segelas sirop marjan dan di sebelahnya sudah menunggu segelas capucino. Ada juga gorengan tahu dan tempe. Walaupun sederhana, acara berbuka yang disediakan oleh manajemen kampus tempatku bekerja tetap saja terasa mewah.Atas nama berpuasa, haruslah (seakan wajib) disediakan bermacam minuman dan makanan.

Kemaren pada acara berbuka bersama lebih mewah lagi. Dan sekali lagi atas nama telah menahan lapar dan haus, sejak subuh. Mana gak sahur lagi? Kini semua kesumat itu harus dilepaskan agar tak mengganjal di hati. Bahkan beberapa piring, mangkok dan gelas kulihat menyisakan isinya…

Astaghfirullah………

Apa makna puasa sebenarnya? Ah, kita kan perlu keseimbangan, kalo tadi siang terlampau haus dan terlalu lapar maka atas nama menyeimbangkan sekarang menjadi terlalu puas dan terlampau kenyang. Bukankah dengan berpuasa ini kita diajarkan agar tidak berlebihan?
Seperti kata ustadz, baik itu yang kondang atau tidak, berpuasa di bulan Ramadhan ini diharapkan agar kita mengekang hawa nafsu, agar lebih banyak beribadah mendekatkan diri pada Allah SWT dengan harapan mendapat ampunannya karena sudah lalai selama 11 bulan sebelumnya. Untuk mempermudah semua itu, para setan dan iblis juga diikat.

Namun setelah merenungkan sajian dan santapan waktu berbuka terasa hilanglah makna berpuasa itu. Apakah setan dan iblis juga dilepas pada saat berbuka? Atau, jangan-jangan atas dasar pengalaman beribu-ribu tahun para setan dan iblis sudah semakin ahli dan lihai. Sehingga ketika mereka diikatpun, kita masih berperilaku seperti setan dan iblis. Karena sudah sukses menanamkan dasar-dasar ilmu pembangkangan mereka pun menyaksikan hasilnya sembari dirantai. Sambil tersenyum, menyaksikan tingkah manusia yang lebih setan dari pada setan – lebih iblis dari pada iblis. Kalau begini, siapakah sebenarnya yang diikat?

Di bulan ini semua serba bersama, lapar bersama, haus bersama, sholat wajib, sholat sunat tarawih, menuntut ilmu… dst, apapun juga bersama-sama. Namun semua itu kalah oleh tontonan di televisi mulai dari sinetron-sinetron yang tiba-tiba keislam-islaman, banyolan-banyolan konyol beserta kuiz berhadiah dan semuanya menggoda kita untuk tetap memelihara “semangat nafsu” namun tidak mengekangnya seperti yang diharapkan.

Acara tarawih, membaca kitab suci, memutar biji-biji tasbeh menjadi kalah. Padahal dengan cara itulah kita diharapkan dapat menghapus jejak-jejak dosa guna mendekatkan diri mencapai ridho Allah SWT.

Memuasakan atau memuaskan dirikah aku? Mengikat atau terikatkah aku?

Astaghfirullah……. Ampuni aku ya Allah……

Iklan

6 Tanggapan to “Siapa yang diikat?”

  1. k* tutur Says:

    Mari kita ber”buka-buka”an…….

  2. riko Says:

    soal ikat mengikat mari kita tanyakan ke tali….
    tapi jangan tali itu yang terikat,karena kodratnya tali adalah alat untuk mengikat…
    he he he…..
    masa tali ngikat tali ;))
    ——
    😆
    kayak iklan, masak jeruk makan jeruk (klo siang, jadi batal deh)- kt2

  3. aRuL Says:

    Semoga kita tetap istiqomah dalam beribadah…


  4. Hehehehehe 😀 namanya saja Iblis, pasti dah punya cara yang paling pinter untuk bisa keluar dari katan dan belenggu. Tapi, menurutku sih, iblis dibelenggu itu sebenarnya kan simbolik agar setiap manusia berjihat dengan nafsunya sendiri. Tapi seringkali dimaknai berbeda. Karena setan dibelenggu lantas kita nggak mau berjihat memerangi hawa nafsu kita sendiri. Ngapain repot2, kan setan dah dibelenggu? :mrgreen:

  5. reno Says:

    Padahal puasa digunakan para ahli kesehatan diluar negri untuk membuang racun2 dari tubuh pasien yg sakit, istilahnya detox. Kalau kita berpuasa dengan benar, maka tujuan puasa baru bisa tercapai, racun2 dari tubuh kita akan dibuang. Misalnya berbuka dengan manis dan alami, tidak berminyak2, tidak terlalu banyak, dll. Nabi Muhammad memang hebat, beliau sudah tau duluan ttg manfaatp puasa utk kesehatan.
    Kitanya yang kadang tidak mau tau. Semoga kita tidak hanya dapat haus dan lapar saja.

  6. selvi Says:

    katanya setan pada di ikat.. tapi ikatannya kayaknya agak longgar gitu hingga gampang lepas..tetap aja dosa itu ada kok…gimana ya? sepertinya ga jelas ya…kalo setan diikat harusnya dosa2itu dah ga ada di bulan puasa ini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: