Do’a untuk Soeharto

September 25, 2007

Syahdan, sampailah kepadaku sebuah tuturan tentang suatu negeri yang sederhana, gemah ripah loh jinawi, toto tenterem kerto raharjo. Dimana di negeri hiduplah rakyatnya dengan aman, damai, saling menyayangi jauh dari iri dengki dan penuh keadilan. Sebut saja “negeri keramat” sebab di negeri itu penduduknya memiliki “karomah” sehingga apabila mereka berdo’a dapat dipastikan begitu kata “aamiin” diucapkan terpenuhilah apa yang di hajatkan.Amal apa yang diperbuat rakyat negeri itu? Yang paling terkenal adalah “tidak memakan hak orang lain”.

Namun entah setan dan iblis dari mana yang membisiki, tiba-tiba “Kepala Suku” negeri Keramat itu berkehendak untuk menjadi lebih makmur lagi. Dan bejatnya dia menginginkan dirinya sendirilah yang paling kaya. Namun untuk berlaku dzalim dan aniaya terhadap rakyat, dia perlu berpikir tujuh ribu keliling, karena takut dengan “karomah” rakyatnya itu tadi.

Begitu niat busuk itu tertanam di hati sang Kepala Suku, sinyal kedzaliman itu menjadi perhatian serius raja iblis dan para setan. Kemudian direkomendasikanlah kepada Kepala Suku itu agar mengumpulkan rakyat di alun-alun negeri untuk mendengar pidatonya. Diberitahukan pula agar setiap rakyat membawa sebutir telur itik yang sudah diasin (produksi kebanggan negeri itu).

Dengan sukacita, rakyat pun berbondong-bondong menyambut seruan Kepala Suku. Sebelum pidato dimulai rakyat diminta mengumpulkan telur asin yang mereka bawa. Sehingga terlihatlah gunungan telur asin di tengah alun-alun. Lambang kemakmuran.
“Rakyatku, sebagai tanda syukur atas kemakmuran negeri kita itulah sebabnya kalian semua dikumpulkan disini, agar kelak kita bertambah makmur lagi”, Kepala Suku itu memulai akal bulusnya tanpa perasaan curiga dari rakyatnya.

***

Singkat cerita, setelah berpidato rakyat diminta untuk menikmati telur asin yang mereka bawa tadi. Sontak rakyat jadi bingung, sebab mereka lupa yang mana telur milik mereka. “Jangan ragu, ambil saja sebutir” teriaknya bersemangat.Walaupun ragu, akhirnya merekapun mengambl masing-masing sebutir telur asin dan memakannya. “Gak papalah, yang penting ngambil sebutir, toh” bukan mengurangi hak orang lain, rata-rata rakyat mensugesti diri sendiri demi cintanya kepada negeri dan Kepala Suku.

Geddoeuuubrakkkkkksssszzzzzz……….

“Ha… ha… sekarang aku tak perlu cemas lagi dengan do’a kalian yang mustajab dan keramat itu. Dengan memakan harta orang lain dengan sendirinya “karomah” yang kalian miliki akan hilang”, rakyat negeri itu sadar, dengan muka tertunduk penuh penyesalan mereka bertanya-tanya apa yang akan diperbuat Kepala Suku itu. “Aku akan menjadi orang terkaya di seantero negeri, menyaingi Kepala Negeri anu, itu, ono dan semuanya. Mulai hari ini, kalian harus menyetor pajak kepada Kas Negeri” tambahnya lagi.

Beberapa rakyat mencoba untuk “berdo’a” tapi tak ada jawaban, tidak seperti dulu lagi. Begitu do’a dipanjatkan maka menjadi kenyataan. “Karomah” mereka lenyap seiring dengan kesalahan “memakan punya orang lain”. Mereka pun pulang dengan sedih, meninggalkan Kepala Suku yang bersuka cita.

Andai kata kemustajaban itu diberikan kepada kita rakyat Indonesia, do’a apa yang akan anda panjatkan untuk bekas kepala suku kita Soeharto?

Do’a apa hayo???

Note: Soeharto baru saja menang atas TIME

Iklan

18 Tanggapan to “Do’a untuk Soeharto”

  1. hoek Says:

    Ya Allah, berikanlah apa yang terbaik untuk kami, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang…

    itu do’a yang selalu saia ucapkan setiap kali selse shalat…^^
    jadi kalopun nanti diberikan kemustajaban, do’a untuk soeharto, ya tetep seperti itu, pokoknya yang terbaik buat kita smua!

  2. abdulsomad Says:

    Assalamualaikum wr wb
    DOA HIDAYAH
    Agar Beliau dan seluruh keluarga di beri Hidayah Yg Berlimpah
    Agar Beliau selamat di ALAM ALAM berikutnya

  3. weweng Says:

    Ya Allah semoga Harta beliau yg Banyak itu Dibagi2kan kepada Rakyat indonesia…sehingga menjadi hilang kemiskinan di negeri [-o< amin Yarobbalalamin

  4. 'K, Says:

    smoga panjang umur aja deh,biar dkasih kesempatan tuk introspeksi diri sblum dipanggil


  5. “Semoga Mantan Bapak Negara kami ini dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk kaum yang lebih membutuhkan.” 😆

  6. kORBAn Says:

    Jangan matikan dia sebelum, hasil jarahannya dikembalikan kepada Rakyat Indonesia…

  7. nK Says:

    he… hee…
    masih hidup ya, dia nya???


  8. Secara pribadi berdoa mudah2an Pak Harto, sang kepala suku itu, diberikan hidayah oleh-Nya sehingga mendapatkan kesempatan untuk melakukan taubatan nasuha.

  9. Liexs Says:

    Jadi menurut MA, si kepala suku benar khan….?
    walaupun dalam kasus Tempo tidak dibuat demikian.
    Trus kesimpulannya yang salah kepala suku apa MA ya?
    Jadi bingung nggak bisa berdoa Mas,lha doa buat ibu bapak ajha masih sering lupa, koq nyempet-nyempetin doa buat kepala suku.
    BTW berdoa atawa hujatan neh yang dimaksud? 🙂

  10. Liexs Says:

    lhah koment-ku mana neh.

  11. aRuL Says:

    semoga harta kekayaannya bisa dibagikan ke seluruh rakyat Indonesa 🙂

  12. riko Says:

    *garuk-garuk pala*

  13. rajaiblis Says:

    @hoek – abdulsomad
    sepakat !

    @weweng – aRul
    jangan … belum banyak yg sanggup menerima harta banyak !

    @’K
    bila tuhan mengabulkan doa kamu, dan kamu akan hidup 10rb tahun lagi, maka berdoalah sekali lagi agar ada yg menemanimu!

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    sudah dia lakukan, kamu saja yg gak tahu …
    soeharto menganut paham “bila tangan kiri memberi, yg kanan gak perlu tahu”

    @Sawali Tuhusetya
    tobat ? tuhan telah memaafkan kesalahannya !

    buat semua:
    soeharto ditolak masuk neraka jahanam !

  14. jay Says:

    YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM
    ENGKAULAH YANG KUMAKSUD, KERIDHOANMULAH YANG KUCARI BERILAH HAMBA KEMAMPUAN UNTUK MENCINTAIMU DAN BERMA’RIFAT KEPADAMU .. AMIN

    INGATLAH SAUDARA – SAUDARA KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT
    TIAP – TIAP PERBUATAN DOSA ITU AKAN DITANGGUNG OLEH KITA MASING – MASING. JADI LEBIH BAIK UNTUK MEMPERBAIKI DIRI KITA SENDIRI ITU YANG LABIH BAIK, TERUTAMA BAGI SAYA SENDIRI.


  15. […] oleh keluarga mantan Presiden Soeharto. Ada dua opsi yang akan diperoleh (insyaAllah) bagi Soehartonya sendiri, yaitu “Kesembuhan” atau “Berangkat” dengan tenang. Ah… […]

  16. halim Says:

    SEMOGA KITA2 YG MASIH HIDUP INI MAWAS DIRI, JANGANLAH KITA SAMPE SAKIT KAYAK SOEHARTO. KARENA KITA2 PASTI NDAK AKAN SANGGUP BAYAR RSPP, BAYAR TV PELIPUT YG DISIARKAN SETIAP JAM DAN BAYAR PARA PENJAGA. TAPI KALO SAYA KAYA RAYA KAYAK DIA, SAYA MAH MAU NAMBAH ISTERI DAN NAMBAH RUMAH NAMBAH MOBIL DAN NAMBAH SEGALA TETK BENGEKLAH KAYAK MAS BAMBANG, HEHEHHE


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: