Kesatuan

November 28, 2007

Bicara kesatuan mengingatkan kita pada ABRI “jadul”. Namun bukan itu yang ku maksud.

Kesatuan ide(ologi), kayakinan, kepercayaan atau apapun lah namanya, berpotensi menjadikan makhluk bernama manusia itu bersatu. Mungkin itu disebut kesatuan, persatuan, aliansi, ikatan, paguyuban, grup, klub, genk dan sebagainya yang pasti person atau orang yang bernaung di bawahnya memiliki kesamaan itu tadi. Paling tidak VISI – MISI – TUJUAN.

Sebagai individu, kesatuan itu juga penting, antara Pikiran/Hati – Perkataan/Lisan – Tindakan/Aksion. Barulah yang namanya hidup itu akan terasa sempurna, kebahagiaan itu menjadi paripurna. Menyatu, total dan integrated.

Ah, namun sebagai masyarakat “timur” karena urusan ewuhpakewuh – tenggang rasa – kagak enak dan seterusnya kadang justeru membuat kita merampas kebahagiaan kita sendiri. Takut, mungkin takut gak dianggap setia, takut gak dianggap menantu, takut gak… begini begitu. Semua itu, jelas membuat kita melepas kemerdekaan, independensi dan kebahagiaan kita.

Katakanlah walaupun pahit…!!!

Yang mungkin perlu dipelajari ada seni mengatakannya. Sehingga “pahit” itu bisa terasa manis. Dan kesatuan antara pikiran, lisan dan tindakan (sumber kebahagiaan) itu akan membuat kita merdeka, bebas dan plong.

Bagaimana dengan kesatuan antar individu? Sama saja, ketika ide, keyakinan, kepercayaan diakui, diyakini dan diamalkan setiap anggota maka hal itu menjadi KESATUAN yang lebih besar lagi.

Anda tentu mengerti bagaimana kontroversi JIHAD dan POLIGAMI di dalam Islam? Dari luar kita memandang hal itu adalah satu hal yang absurd – gila dan tidak masuk akal. Namun perlu kita ingat ketika kita berada di “dalam” – artinya: memiliki ide(ologi) yang satu, visi – misi – tujuan yang satu, keyakinan dan kepercayaan yang satu, semua yang tadi gila itu, tidak masuk akal itu menjadi “waras” dan “sangat masuk akal”. Sehingga ada yang rela meledak bersama bom – ada yang ikhlas menghadiahkan “isteri baru” kepada sang suami justru disaat umur pernikahan baru setahun jagung dan kebetulan yang bersangkutan sudah hamil.

illustrations_tuzki031.gifillustrations_tuzki027.gif

Any comments??? 😆

***

Ada sedikit upgrade nih…

Lumayan Lucu. Ketika mesin pencari Google dan Yahoo diPoli… klik, (kali ya?) dan kangtutur mencari dirinya mosok dianggap KINGTUT? Gak apa-apa sih… cuman takut aja lidah orang melayu suka kepleset. 😛

kingtut.jpg

*siyal* :mrgreen:

Iklan

20 Tanggapan to “Kesatuan”

  1. weweng Says:

    Jadi ,…. Apakah kesatuan ituuuuuu???? ayo Jawab … Kesatuan yaitu… sesuatu yg bercerai berai kemuadian di kumpulan dan di tumpuk jadi satu tau di iket jadi satu… gitukan kang tutur 😕


  2. jadi sebaiknya kita bersatu berdasarkan apa???
    :mrgreen:
    ——
    Wah, Berat nih….
    Hoi….. pembaca ada yg tahu gak
    toll looooooong………
    *ktutur

  3. myresource Says:

    katakanlah walaupun pahit

    makjang…

  4. k tutur Says:

    Cuman, klo kepleset bisa Ken Tut
    (mending Ken Tutur…. sdr dr Ken Dedes)

  5. k tutur Says:

    atau Ken Triks
    😆
    hetriks di ladang sendiri :mrgreen:

  6. qzink666 Says:

    Dan kesatuan antara pikiran, lisan dan tindakan (sumber kebahagiaan) itu akan membuat kita merdeka, bebas dan plong.

    Kalimat ini saya bawa pulang ya, kang..
    Terimakasih.

  7. Hanna Says:

    Pahit yang sering dicecap akan berubah menjadi rasa manis, Kang. Katakanlah walaupun pahit…!!!, saya suka kalimat ini.
    Jangan mau jadi si gagu yang makan sayur pare.

  8. cK Says:

    cuma mau komen soal icon tuzki. serem amat tu icon. pilih yang bagusan donk… 😆

  9. k tutur Says:

    @qzink666
    Sampe rumah, dikopipaste bagi2 tetangga yah?
    @Hanna
    Si Gagu – Makan Sayur Pare?
    (wah, ketahuan anto jadi judul postingan ituh?) 😆
    @cK
    Thanks, udah diganti :mrgreen:

  10. Mas Kopdang Says:

    Saya pernah mengulas masalah JIHAD, disini:
    http://kopidangdut.wordpress.com/2007/06/18/derita/


  11. 😀
    *ekspresi orang yang mencoba mengalihkan pembicaraan
    dan sebenernya PERLU gak sih, sekelompok orang itu bersatu. walaupun secara fisik mereka berbeda.
    ——
    Yg penting (menurutku) menyatunya pikiran/lisan/tindakan dalam diri kita dulu. Selanjutnya untuk sekelompok orang biasanya akan menyatu bila sepikiran atau sehati…

  12. alex Says:

    Memangnya kalo KINGTUT kepleset dibacanya apa, kang? 😀


  13. tanda tanyanya ketinggalan, kang..
    😀


  14. @alex
    welcome back to this world, bro!!!


  15. hetrik!!!
    😈
    KINGTUT itu kalo kepleset jadi….
    *ngakak!
    😆

  16. almascatie Says:

    seni berdiplomasi…. tapi semoga seni untuk mengatakan yang pahit sedikit manis menjadi sebuah pelajaran untuk memberikan bumbu manis2 yang terlalu banyak sehingga kesatuan itu hancur akibat bumbu2

  17. mindstreet Says:

    ahahahaha gile kang mosok dianggep kingtut ..kepleset jadi bau dongs …pakabar nih …..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: