Banjir – Dzikir dan Pohon Sorga

Januari 9, 2008

Setelah posting banjir, ada komentar dari DB yang sepertinya ragu kalo di zaman nabi Nuh as lafaz “Laa ilaa ha illal Lah” (tahlil) belum ada. Karena itu aku ingin bertutur sedikit tentang dzikir ini, harap bagi para ustadz dan ustadzah dibetulkan bila ada kekeliruan. Punten…!

Syahdan, sebelum Adam as dijadikan maka untuk mengagungkan Allah swt, para malaikat bertasbih (mengucap: Subhaanal Lah). Nah, tatkala jasad Adam selesai dibuat (oleh Tangan Allah yang Maha Agung) pada saat ditiupkan RUH (konon) jasad itu hancur lebur. Tapi akhirnya, sih berhasil juga [Apakah Tuhan juga pernah gagal?]

Ketika pada jasad yang ke sekian, dimana akhirnya RUH dan RAGA menyatu, pada saat melewati hidung menurut tuturan kyai, Adam as bersin. Dan saat itu pula dia di ilhami mengucapkan Al hamdu lil Lah (tahmid) – Jadilah dzikir:

Subhanal Lah wal Hamdu lil Lah

La ilaa ha illal Lah, justru populer di zaman Nuh as, karena umatnya mulai menyembah selain Allah swt – Lalu mereka diseru untuk hanya menyembah Allah swt saja. Karena Tiada Tuhan Selain Allah, azza wajjalla. Pada masa ini rangkaian dzikir bertambah menjadi

Subhaana lLah – wal Hamdu lil Lah – wa Laa ilaaha illalLah

Berikutnya di zaman Ibrahim as, dalam perjalanan beliau mencari Tuhan, sejak dalam guayang awalnya bertuhan kepada Bintang – Bulan – Matahari – hingga akhirnya disuruh mencincang 4 macam burung – mencampurnya, membaginya 4 bagian dan meletakannya pada 4 puncak gunung kemudian memanggil burung-burung itu kembali. Ibrahim as, ta’jub karena ke 4 burung itu kembali hidup seperti sediakala dan “onderdil”-nya tidak tertukar. Ibrahim as, berseru Allahu Akbar. Maka rangkaian dzikirpun bertambah;

Subhaana lLah – wal Hamdu lil Lah – wa Laa ilaa ha illal Lahu wal Lahu Akbar

Sewaktu Nabi Besar Muhammad saw Mi’raj, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim as yang berkirim salam bagi kita umat Islam. [kita jawab: ‘alaikas salaam] dan berpesan, kira-kira begini;

“Sampaikan salamku buat umatmu. Ketahuilah bahwa di sorga banyak sekali pohon yang indah (boleh jadi buahnya juga enak-enak, red/kangtutur) dan bibitnya adalah Subhaana lLah – wal Hamdu lil Lah – wa Laa ilaa ha illal Lahu wal Lahu Akbar (rangkaian dzikir diatas) barang siapa mengucapkan satu kali, maka ditanamlah untuknya 1 batang”

Duh, indah bener ya? Hanya dengan mengucapkan sekali (hanya perlu 3-6 detik) kita sudah bertanam pohon untuk Taman Sorga kita. *Halah…* Emang aku bakal masuk sorga?

Pasti…!!! Nabi Muhammad saw pernah berkata, begini kira-kira “Setiap umatku pasti masuk sorga, kecuali yang enggan” – Nah, sementara aku bukan golongan yang “enggan” tapi golongan yang “ingin” 😆 (Jadi yakin saja lah… perkara mampir dulu di neraka itu lain soal. Karena juga, setiap penghuni sorga harus melewati neraka)

Mari bertanam pohon sorga… inilah hikmah dari kejadian banjir di mana-mana!

Eh, ada lagi nih… siapa yang mengucapkan rangkaian dzikir diatas 100 kali maka terhapuslah dosa-dosanya walau sebanyak buih di samudera.

***Hanya saja bagi para ustadz, yang mengerti dalil-dalil tentu dapat menyempurnakan tulisan ini. Semua yang benar dari Allah swt – dan kesalahan yang terjadi adalah karena emang Aku Bodoh… semoga di Ridhoi-Nya… :lol:***

Iklan

6 Tanggapan to “Banjir – Dzikir dan Pohon Sorga”


  1. Terima kasih telah menjawab keraguan saya. 😀

    Soalnya saya kira, lafal itu belum ada saat Jaman Nabi Nuh. 😀

  2. antibilang Says:

    petromax kang 😀

  3. antibilang Says:

    argh.. gagal 😦

  4. antibilang Says:

    hetrix sajalah

  5. kangtutur Says:

    hey…
    anti bukannya main ke temfat antoh…. 😉
    Ntar dicariin, ye…… jangan main jauh…jauh 😆

  6. hadi arr Says:

    selamat tahun baru 1429 H – kang tutur
    mari sama-sama kita berdzikir

    – kelimax (halah, kurang top)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: