Bila Soeharto Minta Maaf

Januari 11, 2008

Dalam sebuah Kuliah Subuh, ustadz bertutur tentang dirinya seorang yang diundang keluarga mantan pejabat di daerah Sumatera yang sedang koma di sebuah rumah sakit mewah di Jakarta.

Kedatangan sang ustadz diharapkan membantu memuluskan keberangkatan roh mantan pejabat itumenghadapi ilahi atau diberikan kesembuhan oleh Tuhan.”Barangkali semasa tugasnya bapak punya salah, karena manusia tidak luput dari salah dan dosa baik itu sengaja atau tidak. Jadi tidak ada salahnya kalau kita sebagai keluarganya memohonkan maaf untuknya”, demikian kira-kira ustadz menyarankan. Karena (mungkin) sudah hopeless, pasrah dengan sedikit harapan maka pihak keluarga pun menjalankan anjuran ustadz itu. Maka dengan segala media, mulai dari henpon, sms, mading termasuk acara-acara seremonial disampaikanlah permintaan maaf bapak yang sakit itu.

Ajaib! Singkat cerita dia menerima karunia kesembuhan dari Yang Maha Kuasa.
Merujuk, kisah diatas aku ingin menyarankan agar hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga mantan Presiden Soeharto. Ada dua opsi yang akan diperoleh (insyaAllah) bagi Soehartonya sendiri, yaitu “Kesembuhan” atau “Berangkat” dengan tenang. Ah… tapi mungkinkah?
Tentang salah atau benarnya tindakan Soeharto semasa memimpin Indonesia 32 tahun itu yang mengerti dan paham tentu pihak keluarga sendiri. Sementara kita hanya mengetahui lewat media massa saja, yang konon informasinya pun telah dikemas dengan apik. Namun itu semua terpulang dan terserah kepada mereka. Sebagai anak bangsa yang dulu pernah dikomandoi oleh Soeharto tentu tidak salah pula kita memberikan saran. Diterima atau tidak, ya… terserah!

soeharto.jpg

Gambar dari: China Daily

Repot memang, memohon maaf, karena secara tersirat adalah mengakui telah melakukan kesalahan. Namun, kembali lagi, bila memang kata kunci untuk kesembuhan The Smiling General ini adalah kata “maaf” itu kenapa tidak? Toh, itu biayanya lebih murah dan bahkan gratis. Persoalannya lagi adalah “mau” atau “tidak mau”.
Eh… lagi pula kalau memang pihak keluarga Cendana meminta maaf secara besar-besaran, pasang iklan di semua TV, di semua koran, majalah dan tabloid, boleh juga website dan blog atau baliho dan balon besar di pinggiran jalan protokol… pokoknya semua deh! Apakah kita akan memaafkannya? Belum tentu!
Namun setidaknya ada beberapa pilihan:

– Tidak dimaafkan
– Dimaafkan dengan syarat
– Dimaafkan dengan tulus dan tanpa syarat.
– Ah, bodo amat emang gue pikirin

Nah, yang mana pilihan anda?

Iklan

30 Tanggapan to “Bila Soeharto Minta Maaf”

  1. Hedi Says:

    dimaafkan sajalah, kang….ga perlu repot2 memendam hal yg belum tentu ada kaitannya dengan kita pribadi 😀


  2. ah, sebagai seorang pens sejati, saya jelas akan selalu memaafken bapa harto dengan setuluh daripada hati saya.

    😆

  3. agus M Says:

    Bagaimanapun Pak Harto adalah tetangga saya.. hehehe…
    Cuman nasib dan jalan hidup yang berbeda.

  4. wewenG Says:

    Kan ntar klo keluaraga minta maaf selalu begini ” mohon maaf sebesar2nya klo ada bapak saya ada salah selama hidup di dunia dengan bapak2 ibu2, klo dia ada utang budi tolong di maafkan klo dia ada utang uang tolong hubungi pihak keluarga” nah ntar pemerintah tinggal tulis aja berapa utang bapak kita ini dan serahkan ke kekeluarganya 😀 . Tapi inga inga inga Tuhan aja pensorry masa kita umatnya nga ngasih maaf sesama muslim.

  5. riko Says:

    dimaafkan???….
    Emang dia punya salah??
    kalau dia punya masalah sama hukum kok mesti kita yg memaafkan?
    bukankah hukum berlaku sama buat semua warga negara…
    nah kalau buat peroalan ini ngga wajar juga kita buat memaafkan(karna emang bukan hak kita),biarlah hukum yang menentukan,kalau memang dia bersalah karena melanggar hukum biar undang2 yg menghukum nya….
    trs apanya yang harus kita maafkan?????


  6. Bapak saya hampir selama 15 tahun tidak pernah menikmati haknya berupa gaji sebagai pegawai negeri, hanya gara-gara menolak fusi partai, dan tidak mau bergabung dengan golkar. sewaktu kecil, saya sempat menyaksikan sendiri Bapak dijemput oleh petugas intel untuk dimintai “keterangan”, sekalipun tidak pernah sampai “diinapkan”.

    Nahdlatul Ulama, organisasi di mana bapak aktif juga diacak-acak. Bahkan sahabat Bapak, Gus Dur, juga kena goyangan maut pak Harto sewaktu muktamar NU di Cipasung tahun 1994.

    sewaktu saya tanya, apakah beliau mendendam kepada pak harto, Golkar, ABRI, Angkatan Muda Siliwangi dan tangan-tangan orba… bapak menggeleng dengan pasti… yang artinya “tidak sama sekali”.

    Satu minggu ini, saya tahu persis kalau Bapak rajin membaca yaa Siin dan mendoakan pak harto agar diberikan kesehatan, atau jika pun pak Harto meninggal, Bapak memohon kepada Allah agar pak harto meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, diampuni setiap kesalahannya dan tentunya, diterima semua amal kebaikannya.

    Ah, malu saya sama bapak… Yang pernah merasakan langsung “keburukan” pak harto, namun tetap mendoakan beliau.

    Kata Kyai sepuh… “terkadang, memaafkan jauh lebih sulit daripada meminta maaf. Ketika kemarahan dipelihara, kita akan lupa bahwa Allah Maha Pemaaf”.

    *Yes… Komen terpanjang!*
    *halah*
    :mrgreen:


  7. bangsa kita agknya masih memiliki kearifan, pak, seandainya pak harto dan keluarga cendana meminta maaf, lantas mengembalikan sebagian uang yang dinilai hasil KKN itu dikembalikan kepada khas negara, saya kira semua bangsa kita akan memaafkan pak harto. bahkan, akan sangat menghormatinya karena secara kesatria telah meminta maaf. lagi2 punya “kemauan politik” apa ndak dari keluarga cendana. *halah*

  8. embuh Says:

    STOP
    KORUPSI
    MULAI SEKARANG

  9. annots Says:

    dimaafkan saja, lama-lama saya kasian sama eyang yang satu ini. Pak Harto, kami berdoa semoga kau dapatkan yang terbaik, amin


  10. Seharusnya pemerintah itu fleksibel : Apabila Soeharto sembuh : Dimaafkan dan diadili secara langsung. Apabila keburu dipangil Tuhan, baiknya harta Keluarga Cendana diambil. 😕


  11. konon, memberi maaf tidak semudah itu..butuh keiklasan tingkat tinggi

  12. joyo Says:

    kasihan pak Harto, dioklek2 gak karuan, klo menurut saya ‘kepulangan’ beliu kok ya malah ‘dipersulit’ sama anak2nya ya, maksutnya, klo saya liat beliau itu hidup dan kesadarannya sudah sangat tergantung alat bantu. jadi klo alat bantu nya dicabut ya kemungkinan besar dalam waktu singkat beliu bisa langsung ‘pulang’.
    tapi ini juga mungkin ‘balasan’ atas apa yg beliau lakukan thd pak Karno, juga sebagian masyarakat indonesia.
    ah entahlah…

  13. kangtutur Says:

    Hmmm…. rame juga?
    Masih ada yang mo ngasih Pendapat! Gratis kog?

  14. daeng limpo Says:

    Ya Allah Maafkan Kang Tutur Yang telah memuat Posting Ini, Semoga Kang Tutur juga mau memaafkan pak Harto……he…he…he 2000x

  15. deteksi Says:

    semoga cepat… sembuh atau mangkat.. cepat…

  16. hadi arr Says:

    maafkan saja, ucapan ini lebih banyak saya dengar dari pada ucapan lainnya, tapi entah itu dari hati nurani yang tulus atau hanya karena kasihan, mungkin juga ikut-ikutan.
    Begitulah Pemimpin, segala keburukan terpulang pada dirinya, sementara penikmat keserakahan yang lain anteng-anteng bagai tak berdosa.

  17. Abeeayang™ Says:

    kalok minta maaf ma aku ya…tak maafin ajah…lha wong udah sekarat gidu mao diapain lagi. lagian gara2 mbah suharto ituh dulu aku bisa beli sawah banyak, dulu khan mangsih murah2 nya…nggak kayak sekarang, muahal semuah…

  18. anti-leviathan Says:

    kok memaafkan? berarti dia bersalah ya? Lha kayaknya dia ngga pernah merasa salah dan minta maaf.. disuruh duduk di kursi pengadilan aja dia ngga mau..

    boro2 minta maaf, ada juga nego tarif buat dukung2an… *ngelirik partai itu*

    postingan yg aneh.. :mrgreen:

  19. gempur Says:

    Mudah2an keluarganya segera sadar untuk segera mengembalikan harta yang diambil paksa dari rakyat agar jalannya lancar menemui-Nya..

    Sungguh, rakyat Indonesia sangat baik hati..

  20. Dimas Says:

    saya maafkan… *lho siapa saya yah? hihi*

  21. mary Says:

    Saya hanya berharap bahwa keluarga nya di berikan kesadaran supaya mengembalikan kekayaan hasil korupsi nya kepada rakyat,supaya pak Harto di berikan kemudahan di akhir hayat nya..

  22. kamal87 Says:

    sikap terbaik mengenai suharto ini menurut saya adalah:

    sebagai seorang individidu manusia yang tentu punya kesalahan, maka mari kita maafkan beliau yang kini sudah tak berdaya.
    tapi JANGAN SAMPAI kita relakan begitu saja hasil2 kejahatannya yang sudah meradang bagi warga Indonesia. Semua Uang rakyat yang dihisap olehnya dan kroni2nya harus kemabli ke rakyat. Proses hukum harus tetap berjalan

    opini yang lebih lengkap disini
    Harus diapakan Suharto

  23. v!n+ Says:

    saya pribadi akan memilih untuk berkata: sorry is not enough.

    *ngeloyor pergi dengan penuh kesotoyan*

  24. 63RIN Says:

    ksian aja…
    …ngbayangin badannya skrg diobok obok mesin pasti sakit kali yaa.. makanya Paakkk.. …eling..eling….

  25. mr.X Says:

    heh? gg bolehh gituu loo kaloo ngomong, kaian pak hartoo.. dia sdahh tua bhkn mninggall.. lbi baik qta memaafkan.a ,, walau dia seperti it jga dia prnah mengabadikan negara inii.. huuftthh.. klo gg ada presiden ? maluu tw ni ngara.. NGERTI LO LO PADEE??


    • pak harto ya ?
      kalo kata saya, ncing harto ga bersalah deh haha..
      justru beliau berjasa. coba bandingkan pemerintahan pak harto dengan yang sesudah nya ?..
      lebih burukkan ?
      waktu jaman pakharto ga ada negara lain yang ngelunjak sama negara kita bung 😀
      ga kaya sekarang, banci jadi presiden..
      haha john key ajalah yang jadi presiden haha, biar indo memakai sistim gangster 😀
      haha sorry komennya telat 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: