Pak Harto Pergi, Bekisar Berkokok

Januari 28, 2008

Terpesona, terpana dan terpukau aku ketika mendengar kabar Pak Harto, The Smiling General akhirnya berangkat juga menemui Tuhan, di atas Angkot. Pukul 13.10 wib, demikian kata berita. Aku pun tak sabar untuk sampai di rumah menikmati liputan televisi, tentu.

Terpesona, terpana dan terpukau, bukan karena aku pengagum Soeharto. Namun ada informasi yang sangat ku butuhkan yaitu tentang bagaimana kelanjutan kasus-kasusnya sangat sedikit dan hampir tidak ada. Karena bangsa ini memang bangsa yang pemaaf dan terasa demikian gampang melupakan keburukan dan menggembar-gemborkan kebaikan saja. Berita agaknya tidak berimbang. Agaknya pesona Pak Harto masih membuat kita gagu.

Ah… sudahlah! Dia kan sudah mangkat!

Aku tidak akan mengulas segi politik, bisnis, ekonomi dan hukum karena sudah sangat banyak media, pengamat termasuk blogger yang menulis bertutur mengiringi kepergiannya. Aku akan bertutur dari sisi yang sama sekali berbeda kali ini, karena menurutku luput dari perhatian media. Apa coba?

Selesai upacara tadi pagi, begitu peti mayatnya diusung, aku mendengar bekisar peliharaan keluarga Cendana berkokok berkali-kali mengiringi kepergiannya sampai ke ambulans. Ini luar biasa sekali. Coba anda simak deh, persis saat keranda diusung keluarga pagar Cendana. Ini bukan mistik, namun lebih dari pada itu. Sebagai muslim, hadis Rasululloh s.a.w harus menjadi pedoman. Jadi jelas ini bukan mistik.

Bekisar adalah bangsa ayam, Nabi Muhammad s.a.w pernah mengabarkan yang kira-kira isinya menuturkan apabila ayam berkokok artinya dia melihat Malaikat dan apabila anjing melolong artinya dia melihat Setan.

Apakah dapat ditarik kesimpulan bahwa keberangkatan Pak Harto diiringi Malaikat? Hanya Allah s.w.t yang Maha Tahu. Dan yang pasti dia telah berangkat menemui Keadilan Hakiki.

NB:

Atas nama sejarah, atas nama kebutuhan informasi bagi masa depan, Aku masih mengundang para blogger yang bersedia meramaikan e-book untuk Soeharto. Aku yakin banyak yang mau dan peduli. Yuuuk…!

blogharto.jpg

Iklan

18 Tanggapan to “Pak Harto Pergi, Bekisar Berkokok”


  1. sayah turut berduka.
    tapi sayah lebih berduka lagi kalo semester depan blom bisa lulus..
    ——
    hayooo… lulus dong

  2. Adew Says:

    Kmren siang, waktu aku lg nton TV, tiba” acara’a t’potong sbntr…karna ada berita duka cita…wafatnya Presiden RI yg ke-2…Sedih pasti….karna Beliau tlah bnyk b’jasa utk Negara Indonesia…dan kini Beliau tlah kembali kepadaNya…
    Selamat Jalan Bapak Soeharto…….

  3. mary Says:

    yah saya seh sangan berduka atas kepergian pak Harto,karena melihat memoriam yg di putar di TV beliau sosok yang sederhana n dekat dengan rakyat nya…, yg saya masih mengganjal seh dengan kekayaan yang di tinggal kan nya untuk anak dan cucu itu …woooww…., jujur saja pak Harto presiden favorit saya, tapi sayang antek2 nya itu loo.. biar bagai mana pun sebagai muslim tetep saya memaaf kan beliau atas hutang yang di tinggal kan beliau itu lo…semoga saja di mudah kan jalan nya ke sana amin

  4. dobelden Says:

    trekbeknya ke bloger bekisar
    saya ikut berduka juga ketika melihat jenazah di turunkan keliang lahat, apakah saya akan banyak juga yg mengiri ?? dengan doa dan kokok ayam bekisar?
    ——
    😉

  5. daeng limpo Says:

    Wallahu A’lam, tetapi apapun itu sebagai manusia biasa beliau tidak luput dari salah dan dosa dan sebagai manusia biasa juga saya pribadi berdoa semoga segala kesalahannya dapat dimaafkan oleh sang Pencipta.
    ——
    kesalahan terhadap pencipta yah terserah Allah swt – Namun Dia sendiri juga tidak mau memaafkan kesalahan antar manusia apabila belum saling maaf antar manusia itu. :mrgreen:

  6. annots Says:

    Sukses untuk ebooknya kang, semoga bisa menjadi sumber sejarah yang baru
    ——
    he he… aku ngebayangin 100 posting menarik dalam 1 e-book, keren gak? Bisa Masuk MURI kaleee…???

  7. Rie Says:

    innalillahi wa’inna ilaihi ro’jiun…saya juga pernah baca hadist itu. terlepas hadisnya mutawattir atau tidak, ada baiknya anda sertakan kutipan hadisnya. terlepas dari semua kasus alm pak harto, kita turut berdoa smoga arwah beliau di terima di sisi Allah SWT.
    ——
    tugas ustadzah lah itu… 😉


  8. tergantung malaikatnya,malaikat apa dulu he he..

  9. antobilang Says:

    mas iman, yang pasti malaikat maut ya mas…hihihi

  10. kangtutur Says:

    emang gak dijelasin sih… malaikat apa?
    tp klo gak salah “malaikat rahmat”
    namun yg lebih tau tentu ustadz… 😆

  11. almascatie Says:

    rahasia Allah sapa yang tahu.. 🙂


  12. Sebagai bangsa yang beradab, sudah sewajarnya kita mengucapkan selamat jalan kepada Soeharto, tapi sambil juga mengenang saudara-saudara kita yang bernasib malang, yang mati terbunuh akibat kekejaman rezim Soeharto sendiri.

    Bagi yang berminat, aku menulis tiga artikel terkait dengan topik ini, termasuk mempertanyakan pidato belasungkawa Presien SBY yang secara implisit menyebut Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Baca disini :
    http://ayomerdeka.wordpress.com/


  13. […] didepan jalan raya * Si pemilik hanyalah ingin menunjukkan rasa bela sungkawanya atas kepergian Sang dikagumi sampai akhir hayat, namun karena kondisi lahan yang makin sempit sampai2 untuk menjemur […]

  14. cK Says:

    coba ada yang meliput pengadilan pak harto di akhirat…biar negeri ini tenang gimana hasilnya… 😆

  15. ekowanz Says:

    loh cik… kali aj setelah si kepala keluarga jempolan mangkat ternyata negeri ini tenang, ga perlu laaah pengadilan gt, tar banyak yg kesereeet…

  16. baliazura Says:

    wah baru tau tentang ayam bekisar yang berkokok soalnya pada peliputan nyari-nyari mayang sari apa muncul di cendana.

    @ cK
    blom dibikin pemancarnya cik, ayo sapa mo daftar jadi reporter…?

  17. riko Says:

    Bekisar adalah bangsa ayam, Nabi Muhammad s.a.w pernah mengabarkan yang kira-kira isinya menuturkan apabila ayam berkokok artinya dia melihat Malaikat dan apabila anjing melolong artinya dia melihat Setan.

    Sayang yah keluarga cendana ngga memelihara anjing,jadi kita tahunya cuman bekisar yang berkokok,kita jadi ngga tau seandainya ada anjing disana,apakah sang anjing juga akan melolong juga….

    Apakah dapat ditarik kesimpulan bahwa keberangkatan Pak Harto diiringi Malaikat? Hanya Allah s.w.t yang Maha Tahu. Dan yang pasti dia telah berangkat menemui Keadilan Hakiki.

    Yang pasti keberangkatannya ngga diikuti/dikawal sama paspampres lagi kang 😆

  18. Rovicky Says:

    Itu yang ngiringi malaikat apa ya ?
    Penjaga neraka apa penjaga surga ?
    waaks

    RDP


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: