UAN dan Bibit Bibit Koruptor

April 22, 2008

Aku pernah terharu ketika mendengar tuturan tentang seorang bapak yang memberikan hadiah sepeda baru kepada anaknya padahal nilai ujiannya jelek. “Yang penting prosesnya, hasilnya hanya sebuah akibat. Nilainya jelek hasil kerja sendiri itu lebih bagus ketimbang bernilai bagus hasil nyontek atau bocoran.”, begitu kira-kira penjelasan sang bapak yang bijak ini.

[gambar: antara.co.id]

Nah, kalau setiap Ujian Akhir Nasional polisi harus selalu mengawal agar soal-soal ujian ini tidak bocor sebelum waktunya, tentunya ada yang “sangat salah” pada sistem pendidikan Indonesia kita? Apakah dunia pendidikan kita justru mengajarkan siswa-siswi untuk korup? Apakah anak-anak bangsa itu memang dididik untuk jadi koruptor? Apakah sekolah-sekolah kita adalah sawah ladang yang menyemai Bibit-Bibit Koruptor?

Gubernurpun merasa perlu untuk SIDAK kemana-mana?

😥 spikles 😦

Iklan

3 Tanggapan to “UAN dan Bibit Bibit Koruptor”


  1. […] Nah, kalau setiap Ujian Akhir Nasional polisi harus selalu mengawal agar soal-soal ujian ini tidak bocor sebelum waktunya, tentunya ada yang “sangat salah” pada sistem pendidikan Indonesia kita? Apakah dunia pendidikan kita justru mengajarkan siswa-siswi untuk korup? Apakah anak-anak bangsa itu memang dididik untuk jadi koruptor? Apakah sekolah-sekolah kita adalah sawah ladang yang menyemai Bibit-Bibit Koruptor? […]


  2. […] UAN dan Bibit Bibit KoruptorBlogger For Human RightNonaDita & dagdigdugSelamat Ulang Tahun MamaRoy Suryo di DepDikNasAndai […]


  3. […] Hampir semua elemen masyarakat tau apa itu korupsi. Tetapi mereka kurang memahami arti korupsi lebih luas lagi. Perkembangan kasus korupsi di Indonesia sangatlah pesat. Hal itu sangat kontradiktif dengan perkembangan moralitas dan pendidikan anak-anak Indonesia.      Korupsi berkembang pesat di Indonesia, karena bibit korupsi telah mengakar kuat pada pola pikir sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini menunjuk pada pola pikir pemuda Indonesia. Mereka seakan-akan telah didoktrin oleh perilaku mereka sendiri dan justru mereka menganggap hal itu wajar. Pertanyaan yang sering diajukan Apakah dunia pendidikan kita justru mengajarkan siswa-siswi untuk korup? Apakah anak-anak bangsa itu memang dididik untuk jadi koruptor? Apakah sekolah-sekolah kita adalah sawah ladang yang menyemai Bibit-Bibit Koruptor? […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: