Wawancara dengan Tokoh ABM

Mei 23, 2008

Senang sekali dapat kesempatan chat dengan Tokoh Muda, Ilhamsyah dari Aliansi Buruh Menggugat (ABM)

kangtutur: Bagaimana anda melihat fenomena kenaikan BBM kali ini, apakah Rakyat perlu turun lagi ke jalan seperti 10 tahun lalu?

Ilham: Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Ya, kalau Rakyat menginginkan perubahan, Rakyat dalam hal ini Buruh, Tani, Pemuda dan Kaum Miskin lainnya harus terlibat secara aktif dalam proses perubahan, Rakyat harus membangun alat politiknya sendiri.

kangtutur: Lantas? Bagaimana menyelesaikan persoalan tak berujung ini?

Ilham: Perjuangan rakyat yang terorganisir, terdidik dan terpimpinlah yang mampu berjuang buat mengantikan kekuasaan elit politik (partai dan pimpinannya) dan kaum modal… membangun kesadaran rakyat… menyalurkan enerjinya kearah yang sesungguhnya.

kangtutur: Terus? Bagaimana anda memandang situasi saat ini?

Ilham: Pertarungan kepentingan, antara kepentingan segelintir elit politik dan kaum modal dengan kepentingan klas pekerja, kaum buruh. tani, dan rakyat miskin lainnya. Para pemilik modal membutuhkan regulasi-regulasi yang menguntungkan dalam proses akumulasi modal dalam usaha apun… Para pengusaha baik yang masuk dalam sistem maupun tidak, bersama birokrat-birokrat korup bekerja sama bahu membahu menjalankan kemauan induk semang meraka pemilik modal asing dan lembaga-lembaga keuangan internasional… Alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena beban APBN tidak mampu lagi menanggung subsidi, dalam kata kasarnya Godang pasak daripado tiang!

kangtutur: Apakah tidak ada sumber lain?

Kita bisa melihat perbandingan subsidi untuk BBM tahun 2008 di anggarkan 159 trilyun untuk anggaran bayar hutang dalam tahun yang sama dianggarkan 200 trilyun lebih. Untuk menutupi devisit APBN karena kenaikan harga, negara bisa melakukan Penolakan Pembayaran Hutang luar Negeri. Dari sana setiap tahun 29 % dari APBN itu sekitar 200 trilyun. Jadi Tolak Bayar Hutang Luar Negeri!!!

kangtutur: Itu akibat negara dikuasai kaum pemodal? Bagaimana ABM memandang hal ini?

Ilham: Betul. Itu dalam sudut pandang kapitalis, Negara kita dikuasai kaum Modal. Kalau dalam sudut pandang ABM negara sebagai alat untuk kepentingan mayoritas. Tahapannya membangun organisasi-organisasi rakyat… lalu mempersatukan organisasi-organisasi rakyat yang ada saat sekarang ini. Organisasi yang di bangun dalam perspektif berkuasa untuk kepentingan dan melindungi mayoritas. Organisasi yang di bangun dalam perspektif berkuasa untuk kepentingan dan melindungi mayoritas… Semua kekayaan alam yang di laut, yang di dalam tanah dan yang di permukaannya harus di kuasai oleg negara dalam kontrol rakyat. Sederhananya nasionalisasi industri migas dan aset penting lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak. Keuntungan yang di dapat dari sana harus didistribusikan secara adil sesuai dengan kebutuhan masarakat. Bukan hanya untuk dinikmati oleh segelintir orang

kangtutur: Adakah alternatif lain, menurut anda?

Ilham: Negara juga masih bisa mengontrol pendapatan melalui pajak. Persoalannya selama ini banyak sekali manipulasi pajak sehingga kerugian atas pendapatan negara selama ini tidak terhitung besarnya.

Ilham: Wah, ini bisa panjang. Mesti kopdar nih!

Wawancara pun terputus sejenak! Karena, bung Ilham pamit untuk makan siang (tepatnya: makan kesiangan) udah pukul 5 Sore. Itulah, gaya hidup pejuang 😆

Iklan

4 Tanggapan to “Wawancara dengan Tokoh ABM”

  1. alex® Says:

    😆
    Saya jadi mau ketemu sama Ilham itu. Pikirannya sedikit-banyak sama dengan saya, kang.
    Benar, yang lebih dibutuhkan adalah organisasi atau komune-komune kecil yang dibentuk dalam lingkaran rakyat miskin. Diberi pencerahan dan pengajaran tentang politik, ekonomi dan undang-undang yang seperti pedang itu :mrgreen:

  2. cK Says:

    bah…intinya bbm tetep naek!

    **abis ngeliatin yang antri bensin**

  3. dana Says:

    Beerarti kalo mo memperbaiki ya harus ikut serta dalam sistem. *manggut manggut*

  4. wi3nd Says:

    dari dulu BBm tidak akan mengentaskan masalah yang ada,
    kenapa BBm selalu jadi sasaran??!!padahal masih banyak komuditi lain yan g bisa di naikkan,pajak misalnya..

    *bosen [BBm ]mode on*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: