Gembirakah?

Agustus 31, 2008

Allah swt gembira bila kita gembira menanti kedatangan bulan Ramadhan. Kenapa? Wong disuruh lapar, kok gembira? Apakah orang-orang yang kelaparan itu gembira? Riangkah hati mereka yang lapar itu? Tentu tidak!

Mungkin begini. Sebagai manusia yang menjadi sawah ladang dosa dan salah kita diberi kesempatan untuk menyadari kekeliruan yang terlanjur kita buat dan minta ampun 5 kali sehari semalam melalui sholat. Sholat menghapus dosa-dosa yang ada diantaranya. Terus dikabarkan juga sholat Jum’at itu menghapus dosa dan salah selama sepekan. Dari Jum’at ke Jum’at. Namun bila dengan fasilitas itu kitapun masih lalai, Allah swt memberi kesempatan sebulan Ramadhan agar akumulasi dosa setahun juga dapat ampunan. Lahir kembali bagai bayi yang suci pada hari idul Fitri. Luar biasa kasih sayang Allah swt kepada kita.

Bahkan, agar aktivitas “pencucian” itu tak mendapat halangan maka syetan dan balatentaranya diikat, pintu neraka ditutup. Patut kita gembira, karena demikian luas dan lapangnya Rahmat yang dicurahkanNya kepada kita. Namun belum lagi Ramadhan menampak fajarnya kita telah disibukkan oleh kenaikan harga bahan-bahan pokok. Kita pun lebih sibuk memikirkan sajian apa yang pantas dan layak bagi orang yang lapar seharian. Sehingga ketika waktu berbuka datang 3 macam minuman, 7 jenis kuweh, 8 ragam lauk-pauk sepertinya belum cukup memuaskan rasa lapar yang hanya 14 jam itu. Dzikir, tadarus, taraweh dan sarana pengabdian lainnya jadi terlupakan. Layakkah kita gembira?

“Apakah anda gembira menyambut Ramadhan tahun ini Kang?”, tanya sekelompok reporter infotainment. (Cie, kang Tutur sekarang mainannya infotainment).

“Ingin!”, jawabku sekenanya.

Dalam hati, aku berkata, seharusnya pertanyaan ini diajukan kepada para “ustadz-tainer” yang akan marak muncul di TV. Atau kepada para bintang sinetron yang mendapatkan kontrak ekslusif dengan syuting kejar tayang. Bisa juga kepada para politisi di Senayan yang sebentar lagi tentu akan bagi-bagi uang THR yang nominalnya bikin ngiler. Pun boleh kepada para “joker” yang rela begadang semalaman mengocok perut anda setelah ke’puas’an menyantap hidangan berbuka. Tentu juga boleh ditanyakan kepada para Calon Presiden yang menghambur-hamburkan uangnya untuk menyedot perhatian, sementara kenyataannya rakyat yang sedang dirayu agar kelak memilihnyanya menjerit karena kemiskinan.

“Kok pendek amat Kang? Tambah donk, sedikit saja. Untuk Headlines, tolonglah! Sudah mau deadline ini!”, rengek mereka.

“Sudah-sudah, tidak ada keterangan tambahan aku mau ngasih ceramah ini, di Taman Plurk”, jawabku sambil berlalu.

“Kang… kang…kung!!!”, mendengar kata “kung” akupun menoleh. Aku inget, salah satu dari mereka dari pabriknya NdoroKakung. Kupanggil dia, “Hey, kamu sini!”, dia pun terbang ke arahku dengan gembira, siap dengan notes dan pulpen.

Lalu kubisikkan padanya, “Tanya NdoroKakung aja!”

KangTutur [pikir] toh, jawabannya akan sama saja.

Diapun mengangguk. Entah mengerti entah tidak. Entahlah! 😆

>> Semangat hari Pertama Puasa bloggers, Makan apa hari ini?

Iklan

4 Tanggapan to “Gembirakah?”

  1. Catra Says:

    pertamax…

    ayo kita sambut ramadhan dengan sukacita kang!!

  2. aRuL Says:

    semoga saya setiap saat sy bahagia kang 😀


  3. met menjalankan puasa yak 😉

  4. edratna Says:

    Semoga dikaruniai kesehatan, kekuatan agar dapat beribadah puasa Ramadhan dengan lancar….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: