Andai Eksekusi Imam Samudera 10 Nopember 2008

November 5, 2008

Inilah untungnya menjadi anak jalanan sekaligus blogger. Banyak tuturan yang bisa didapatkan mulai dari sopir truk, tukang ojek, kuli bangunan, kenek biskota, tukang rokok, pejabat kelurahan, mantri puskesmas, hingga menteri sekalipun.

Apakah tuturan itu berdasarkan data yang valid atau hanya rekaan alias angan-angan tukang tutur bukanlah persoalan. Yang penting asyik…! Bukankah kita perlu intermezo dalam mengarungi hidup yang Full of Pressure ini? 😆

Tuturan ini akan sangat panjang dan menyita waktu serta benwit anda, siap-siap saja.

Hari itu, hujan mengguyur Jakarta yang sesekali dibarengi gluduk… menggetarkan bumi menciutkan nyali. Aku memutuskan untuk menepi, sekadar menghindari terpaan derasnya hujan sekaligus menikmati kehangatan KopiMiks dengan berbatang-batang rokok pengusir dingin.

Seseorang bertutur, bahwa dia mempunyai informasi “mahal” tentang Imam Samudera yang (konon) sebentar lagi akan dimatikan bersamaan dengan Amrozi dan Ali Ghufron. Begini;

Konon, selama di penjara Imam Samudera hanya mau ditemani seorang interogrator yang menguasai paling tidak 5 bahasa. Akhirnya terpilihlah seorang petugas dari interpol, anak mantan seorang marinir yang sekarang berprofesi sebagai Sopir Truk.

Nah, dari mantan marinir inilah tuturan ini berawal, kemudian dituturkan oleh seorang peneduh di warung kopi pinggir jalan.

Dituturkan bahwa, Imam Samudera adalah seorang yang amat sangat pintar. Menguasai banyak bahasa, hafal al qur’an, menguasai ilmu hadits dan yang paling penting dia sangat BERANI. Dalam beberapa kali interograsi tak jarang sang Imam membentak sehingga para petugas itu gemetar.

Diceritakan juga, bahwa (kalau mau) sebenarnya Imam Samudera bisa saja kabur atau hengkang dari penjara. Si Penutur, dengan bersemangat menggambarkan bagaimana sang Imam dengan tangan kosong mempermainkan jeruji penjara.

Dan yang tak kalah serunya adalah cerita tentang seringnya sang Imam pergi ke Madinah untuk menunaikan Sholat Jum’at. Sembari tak lupa membawakan oleh-oleh korma bagi “teman-teman” petugas di Penjara. Wallahu a’lam.

“Bagaikan Wali”, seru tukang cerita itu. “Nampaknya, Imam sangat “dekat” dengan Allah (swt) sehingga beliau tidak lagi takut pada manusia dan tidak juga cemas dengan alam benda yang fana ini. “Hanya Allah, dan kedekatannya ini memberikan karomah, yang dengannya, dengan izin Allah swt, Imam dapat melakukan hil-hil yang mustahal (jadi inget Asmuni).

Singkat cerita, ternyata beliau tidak hanya pintar smart dalam ilmu dan kepahaman agama. Namun juga dalam hal teknologi. Bukankah menurut laporan media Imam selalu ditemani LepTop? (jadi bukan hanya Tukul) 😆 Jadi gak herannlah kalo memang nanti terbukti beliau mengancam pada sebuah website. Apalah susahnya membuat website. Yang konon juga menggetarkan Ring 1 di Republik ini.

Anggaplah kisah itu benar, tentu dapat kita bayangkan bagaimana para eksekutor itu menggigil dan gemetar ketika Imam Samudera berteriak, Allahu Akbar, menjelang pelatuk senapan ditarik? Jangan-jangan malah para penembak mahir itu yang pingsan atau mati. 👿

Keyakinan atau Indoktrinisasi

3-mujahidKeyakinan itu tumbuh dari keinginan yang kuat untuk mengetahui, belajar dan memahami serta mengamalkan. Sedangkan Indoktrinisasi, cuci otak, menurutku hanya berlaku bagi orang-orang bego, sebab seorang yang pintar tentu akan sulit mencuci otaknya. Karena sudah ada saringan yang dilakukan oleh pemahaman ilmu yang dipelajari tadi. Jadi terlalu naif, kalau Imam Samudera adalah seorang yang otaknya sudah tercuci.

“Jika ada yang bunuh kami, Insya Allah, akan ada pembalasan…”, kata Imam Samudera kepada media.

“Apakah itu perkataan seorang yang otaknya tercuci atau sebaliknya Seorang yang memiliki Keyakinan yang Teguh? Dan, seperti banyak kita baca dari buku-buku motivasi, Barang siapa YAKIN bahwa dia sanggup memindahkan gunung, maka dia akan SANGGUP…”, tukas tukang cerita itu bersemangat.

Sungguh…, aku tidak sanggup mengatakan bahwa Imam Samudera adalah seorang yang otaknya tercuci, namun dia adalah seorang yang memegang tegung Keyakinan.

Islamophobia atau Orang Islam Ketakutan?.

Ketakutan umat di luar islam terhadap islam itulah islamophobia. Namun, sesungguhnya yang terjadi adalah Umat Islam itu sendiri sudah ketakutan dengan Agama Islamnya yang Damai.

“Sekarang mari kita analisa perlakuan tidak berimbang dari berita-berita media masa”, lanjutnya sambil menyeruput kopi hangat.

“Sebut saja, Perkawinan Syaikh Puji dengan Bocah Ingusan, terus Kelahiran Anak Aa Gym dari Isteri Keduanya Teh Rini, juga Vonis untuk Habib Riziq Siddiq dan Munarman, penemuan Website Berisi Ancaman, terus lagi Penolakan FPI di Cilacap, dan belum lagi Travel Warning bagi warga dunia, khususnya Australia ditambah dengan pengesahan UU Pronografi yang diwarnai walkout oleh para Politisi PDI-Perjuangan dan Partai Damai Sejahtera… dan entah apalagi”, letih juga nampaknya dia menyebut sumber informasinya.

Sementara kami para pendengar begitu terpseona hingga seharusnya dingin namun tak terasa.

“Terus, Pak…?, timpal seorang bapak yang baru saja nimbrung.

“Media massa di Indonesia, sepertinya latah dan menyiarkan berita-berita tersebut justeru disaat-saat menjelang eksekusi hukuman mati Imam Samudera dan kawan-kawan. Kita dikepung dari segala penjuru. Hebatnya lagi “angle” yang ditayangkan sangat kontraproduktif dari agama islam yang tenteram ini.

Artinya apa? Berita-berita itu justeru membuat kita-kita umat islam ini takut dengan keislaman kita.

“Coba, saya pengen tahu, mana orang Islam, ustadz-ustadz kondang, ustadztainment, para kyai, tokoh agama, organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, atau partai-partai islam yang memberikan pembelaannya, atau paling tidak simpatinya terhadap nasib para pesakitan ini.”

“Mereka ini mujahid, saudara-saudara? Pejuang Islam?…”, tambahnya berapi-api.

“Jadi, kesimpulannya sebagai umat islam kita sudah diserang, ditakut-takuti, diteror dengan menggunakan Agama Islam kita. Siapa sebenarnya yang terorissss…?!!“, kali ini ludahnya pun ikut menyembur saking semangatnya.

Hening sejenak, sementara hujan masih belum hendak menunjukkan keredaannya. Aku menyalakan sebatang rokok lagi.

“Di awal sudah tergambar bagaimana kesaktian dan karomahnya Imam Samudera ini!”, cerita bersambung kembali.

“Sehingga beliau sebenarnya mampu untuk menghindar dan kabur dari penjara. Tapi kenapa tidak beliau lakukan? Inilah yang disebut dengan keyakinan, itulah Iman dalam Islam. Walaupun mampu, beliau tak hendak berlaku dan berbuat curang, Ridho Allah adalah lebih utama diatas segalanya.”

Para musafir yang sedang berteduh terpesona oleh kelihaian bapak itu bertutur kata sembari menyusupkan masalah iman dan yakin dalam Islam.

“Jadi saudara-saudara, saya yakin kita umat islam ini sebenarnya tidak menerima perlakuan tidak adil dan tidak berimbang ini. Saya yakin, antum semua juga begitu. Hanya saja kita berbeda, ada yang berani bersuara, ada yang hening dalam diam karena lemahnya iman. Namun yakinlah semua itu ada nilainya di sisi Allah swt.

“Berhubung karena hujan sudah hampir reda, cerita dicukupkan sampai disini. Ada pertanyaan?”, katanya menutup ceritera.

“Ada…, bukan pertanyaan tapi usul. Bagaimana kalau kita usulkan ke Jaksa Agung agar, kalau toh harus tetap berlangsung, eksekusi dilaksanakan pada tanggal 10 Nopember 2008 mendatang?”, celetuk seorang peneduh.

“10 Nopember????!!!”, kamipun saling berpandangan…, sebagian sudah menghidupkan mesin motornya dan bersiap melanjutkan perjalanan.

“Haa… haa… andai saja, eh ada ada saja.”, kata hatiku.

Iklan

32 Tanggapan to “Andai Eksekusi Imam Samudera 10 Nopember 2008”

  1. aRuL Says:

    wah mereka pahlawan dong 😀

  2. habibhasan Says:

    kasihan sekali negri ini. negri sebesar inipun harus menerima pembunuh sebagai seorang pahlawan…subhanallah…bukankah nyawa dibayar dengan nyawa saudaraku…

    • Mowgli Says:

      George Washington membunuh tentara inggris, dan menyuruh anak buahnya untuk membunuh dan dibunuh juga.

      Ir.Soekarno juga melakukan hal yang sama menyuruh membunuh tentara belanda.

      Muhammad Rasulullah juga menyuruh berperang untuk membela Din Islam.

      Hitler juga menyuruh membunuh untuk kesejahteraan Jerman.

      Jadi, itulah Politik memang seharusnya begitu,”Terjun atau menjadi pengikut”.

  3. habibAsli Says:

    @habibhasan,
    Wah, ternyata anda habib palsu…
    Menyandang nama Hasan, cucu baginda Nabi Muhammad saw tetapi menganggap dia seorang pembunuh!
    Periksa lagi, keimanan dan keislaman anda, wahai Habib dan kemudian bertobatlah…
    Istighfar gitu loh!!!
    atau jangan-jangan anda bukan muslim?

  4. romeobust Says:

    seperti anda sampaikan kang..kita sedih karena banyak saudara kita menganggap islam sebagai suatu agama yg berisi ibadah ritual saja, kita sedih saat saudara kita yang berjuang malah dicemooh padahal kita sendiri tidak punya keberanian sedemikian. boro-boro mendukung ..eh malah ikut-ikutan menyerang..jadi sulit sudah kita bedakan mana zionis beneran dan mana zionis terselubung dan yang ini lebih berbahaya..karena menusuk kita dari belakang apalagi ditambah intelektual JIL yang bersarang di IAIN-IAIN negeri kita

  5. arief Says:

    tanpa harus dieksekusi tgl 10 novmber saya tetap mengganggap om mukhlas dkk, sebagai seorang pahlawan, liat aja bagaimana rencana eksekusi mereka mampu membuat takut pemerintah, aussie pun sampai menetapkan travel warning… bali pun menjadi sepi he2………

  6. heruyaheru Says:

    banyak ya ternyata yang membela para pembunuh?


  7. postingan yang menarik dengan gaya bahasa meringankan pikiran pembaca teruslah menulis sobat salam blogger

  8. Ajaran Says:

    Analisa anda ternyata cuma menumpang “katanya”
    Banyak yang harus anda pelajari mengenai hati nurnai antum, agama tidak untuk merusak.
    Jangan kita pakai semboyan Islam lil rahmatin hanya untuk mengemis simpati orang2 nonMuslim, tapi pada pelaksanannya kiya tetap saja berpikir “tidak waras”
    Insya allah.. anda dicerahkan…

    kangtutur: Masing mendinglah, dari pada blog anda, yang tak berwujud. Tampil donk, yang jentelmen gitu. Tunjukkan pada dunia, “Ini loh, saya…”

  9. ratri Says:

    Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang….mari kita sama-sama belajar mengejawantahkan kata agung tersebut dalam kehidupan nyata ini…..kasih sayang, welas asih…..tidak ada pembunuh, tidak ada yang dibunuh…Damai…damai saudaraku…!

  10. nunoo Says:

    Coba pikirin,
    Tempat yg dijadikan sasaran Imam Samudra cs untuk di hancurkan adalah Night Club/diskotik. Buat orang yg beriman lemah sekalipun di dalam hati nurani ny pasti tetap akan bilang,itu tempat maksiat.tempat hawa nafsu dan keinginan duniawi di umbar,tempat dimana setan dan manusia sudah tak ada bedanya lagi.intinya tempat yang buruk.dan membawa keburukan.
    Tempat yang seharusnya tidak ada di bumi Indonesia yang “katanya” masih menjunjung tinggi norma2.
    Dan tempat itu yang dijadikan sasaran oleh mereka,dan mereka berhasil.setidaknya seisi dunia menoleh.dan buat yang masih terbuka hati dan pikirannya akan sadar.ini sebuah peringatan.awareness.agar kita tetap dalam kesadaran kita,untuk menjauhkan diri kita dari segala kemaksiatan.
    Tak ada yang membenarkan sepenuhnya apa yang dilakukan Imam Samudra cs,begitu juga saya.karena saya beranggapan bahwa tak ada tujuan mulia yang dicapai dengan cara yang salah. Namun mereka telah memilih cara tsb. Dan kita semua tahu,mereka telah dewasa dan berkeyakinan,sehingga pasti tahu bagaimana cara bertanggung jawab.
    Semoga kita yang masih diberi kesempatan untuk bernafas,bisa memperbaiki diri,agar bisa mencapai makna tertinggi manusia di muka bumi.menjadi khalifah.agar bumi dan seisinya tak terus2an jatuh dalam kehancuran.
    Mohon maaf kalo kepanjangan.hehe

  11. al Says:

    HEBAT KANGTUTUR, MOHON DIPERBANYAK POSTINGANNYA. BIAR PARA USTADZ, ULAMA, KYAI JUGA IKUT BACA LANTAS IKUT BELA TRO MUJAHID, BUKAN BISANYA NGOMONG UNTUK IKUTAN PILCALEG DAN PILKADA MELULU.

  12. sby-jkt pp Says:

    syukur deh mati juga, semoga jadi bara pai neraka 😆 dasar pengecut

  13. Rohadi Says:

    Postingan yang sangat bagus. Tema yang sensitif bisa Kang Tutur kupas dengan sangat relaks. Saya sempat senyum-senyum sendiri ngebacanya. And, saya setuju banget dengan cara Anda. Cuma,saya masih ragu, apakah pelaku bom Bali 1 itu ya Amrozi dkk ? Soalnya, bomnya canggih banget lho Kang ?
    Salam kenal…

  14. lurusbae Says:

    Discotheque, Cafe, tempat-tempat maksiat, hmmm… Bukankah itu adalah buah dari sebuah system kehidupan yang salah? Kalau itu yang dibombardir, sampai kapanpun tempat2 seperti itu akan terus tumbuh.
    Ibarat mau membasmi tikus, tetapi tikusnya yang dibunuh, sedangkan sarangnya dibiarkan dan tidak diusik.
    Pelaku bom bali adalah martir bagi pembasmi tikus-tikus, yang pasti akan beranak-pinak sejalan dengan maraknya globalisasi. Tapi siapakah yang berani membasmi sarangnya? Maka, Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.

  15. irwan Says:

    salam kenal kang ….

    911 ternyata sangat bermakna …..
    amrozi cs pun dieksekusi tepat pada tgl 9/11

    ada apa dibalik semua ini …….

  16. omiyan Says:

    yang jelas Nabi melindungi orang kafir yang tidak mengganggu umat muslim dan Nabi sendiri mengatakan Haram hukumnya membunuh mereka….

    Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah memenangkan Agama ini dari segala Fitnah Dunia yang merupakan pertanda akhir jaman ini ….Amin

  17. djjoe Says:

    apapun salahnya, dosanya yang hobi nongkrong di diskotik dan sebangsanya bukan berarti kita punya hak untuk menghakimi… dosa & pahala itu hanya urusan pencipta… kita manusia hanya punya kewajiban mengingatkan…bukannya menghukum

  18. Patriot Says:

    Saya setuju dengan pendapat sdr djjoe, jadi kita tidak bisa hanya dengan berlandaskan agama dapat menghukum orang yang tidak seiman dengan kita.

  19. hati Says:

    imam samudra sudah sampai di samudra ruh, seperti setetes embun yang menyatu dengan air laut, dia gak mikirin dunia lagi karena penjara tulang dan daging tak lagi mengekang..

  20. setyadi Says:

    kenapa ya… tiba tiba aku merasa cemburu dengan imam samudera………..

  21. Fulan Says:

    Kebencian islam terhadap kaum barat tidak membenarkan muslim menjadi teroris. Datangi lahan jihad ! Bukan berjihad di negeri aman yang akan meresahkan muslimin sendiri dan mencoreng nama islam. Islam tidak membenarkan membunuh kafir Dzimmi. Jadi bukan agama yang memerintah teroris tapi hawa nafsu individu. Wallahu a’lam.

  22. onemoslem Says:

    Puji Tuhan akhirnya para teroris ini mam**s juga…
    Innalillahi wa inna ilahi rajiun…
    ini semoga jadi pelajran bagi yang mau masuk surga dengan cara instan…kaya in**mie instan…wakakak…
    ups…astagfirullah….pis… 😉

  23. Bingung Says:

    maaf saya hanyalah orang biasa, bukan ahli agama, tetapi secara logika saya seharusnya agama itu hadir untuk membawa kebaikan dan kedamaian di dunia ini. bukan sebaliknya agama dijadikan alat untuk memuaskan hawa nafsu manusia yang merasa sok benar, sombong, dan suka menghakimi orang lain.

  24. abu hassan Says:

    Subhanallah semoga mereka mendapat tempat tertinggi di sisi Allah, sesuai dengan janji Allah Ta’ala kepada para syuhada’. “Ruh-ruh mereka berada di dalam burung-burung berwarna hijau yang beterbangan di bawah ‘Arsy”. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan berusaha menerapkan aturan Islam dalam diri, keluarga dan masyarakat kita

  25. onemoslem Says:

    lanjutin apanya lagi…??? maksud antum bunuhin orang lagi gitu….
    bangun2 jangan ngimpi mulu…
    masuk surga dengan cara bengissss…..amit2….naudzubillah…
    ente sama aja dengan si bush…
    bedanya ente treak Allaho Akbar….dia treak2 teroriz….well sama aja kan…???
    whe… maap…maap…aja akhi….Nabi ane kaga ngajarin ajaran iblis kaya gitu….maafin kalo kata2 ane aga keras….

  26. orangbiasa Says:

    FUCKIN RADICAL MOSLEEM
    heran de…. kenapa yang jelas-jelas membunuh orang g bersalah dibilang pahlawan? klo mang mau jihad lawan amrik, kenapa harus ngebom di negara sendiri? bodoh banget ya jadi orang….. klo berani amrik dunk di bom jangan di indonesia…
    jangan bawa perang kesini bos….. indonesia love peace bahkan dari jaman dulu bos. and ingat BHINEKA TUNGGAL IKA itu semboyan negara kita bossssss

    • HANDOKO Says:

      lHO MAKAN TU bHINEKA TUNGGAL IKA.
      SETAN JUGA KALAU ADA DI INDONESIA INI BEARTI HARUS DILINDUNGI. LHO MAKAN TU PANCASILA, YANG LEBIH BANYAK SETANNYA DARI PADA MANUSIANYA. LHO PIKIR KAMU SDH PINTAR.
      KAMU PINTAR MENCARI JALAN KE NERAKA. DASAR SETAN. INGAT GARA2 TIGA ORANG DUNIA GEMETAR. TAPI GARA2 SATU ORANG DUNIA GEMPAR.

  27. anton Says:

    absen, mo blogwalking dulu…

  28. abu hassan Says:

    Tuhan kita cuma satu, dan Dialah “pencipta kita & alam semesta” yang berhak membuat hukum yang mengatur kita semua di muka bumi ini yaitu syariat Islam. Sehingga kita wajib untuk menerapkan syariat Islam di manapun kita berada, sebagaimana nabi kita SAW menerapkannya di jazirah Arab, para sahabat memperluas pelaksanaannya di seluruh muka bumi ini. Mereka dengan gagahnya menawarkan Islam kepada para kafirin “mau masuk islam atau tetap pada kekafiran tetapi tunduk pada pemerintahan islam dan dilindungi”. Dan menjadi kewajiban setiap muslim untuk menerapkan dan mewujudkannya hari ini hingga kiamat.

  29. onemoslem Says:

    boz Abu Hasan, ente tidak usah bicara mewakili Tuhan, Rasul dll, ente dapat mandat dari mana ha…???
    itukan “jenis” Islam yang ada di kepala ente boz….
    tidak smua orang islam punya kepala kaya ente…maaf…
    trus kalo “ajaran” kaya gitu ga ditegakkan ente mau bunuh orang lagi..??? wakakak….dasar primitif….ups maaf…
    ente mau dagangin ajaran kaya gitu terserah….!! apa yang ada di kepala ente itu urusan ente…jangan bikin kacau negeri ini…paham…!!! Rasul SAW ga perna ngajarin bikin kacau negeri damai yang menjunjung nilai kemanusiaan…ente sudah bikin bidah tau ngga!!??
    pis! 😉

  30. jundullah Says:

    ijin copas akhii…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: