Wali Songo vs Siti Jenar II

November 5, 2008

Sebuah blog tentang Aceh, merilis ulang berita dari AntaraNews tentang 9 Ulama yang akan mendampingi Eksekusi Mati Amrozi Cs di Nusakambangan.

9-ulama

Menurut AntaraNews, ke 9 Ulama itu adalah;

Sembilan ulama yang diusulkan tersebut masing-masing K.H.Sahlan Nasir, K.H.Hasan A.Makarim, H.Munasim, H.Amir Fattah, H.Haryadi, H.Askan, H.Hisam Mukti, Ustad Afrizal, dan H.Parlan.

K.H. Sahlan menyatakan MUI siap menjalankan tugas sebagai rohaniwan pendamping. “Kami siap mendampingi mereka sebagai rohaniwan pendamping karena merupakan tugas negara,” katanya.

Namun bagiku yang menarik bukan soal perlunya atau tidaknya Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudera didampingi oleh Ulama itu. Sebab, seperti dirilis media juga mereka tidak saling cocok, khususnya dalam pemahaman JIHAD dalam Islam. Sedangkan standar baku hukuman mati di Indonesia mengharuskan “terpidana” mendapat pendamping Rohani.

Lalu, apa toh yang menarik Kang?

Pertama, aku jadi teringat kisah 9 Wali berhadapan dengan Syeikh Siti Jenar. Hal ini bagaikan “pengulangan sejarah” 😆

Kedua, memperhatikan ketebalan tekad dan keyakinan antara Ulama dan 3 Terpidana aku jadi berfikir, sebenarnya siapa yang harus mendapat pendampingan? Jelas, keteguhan keyakinan Amrozi Cs adalah atas menjalankan Tugas Allah swt. Sementara 9 Ulama itu menjalankan Tugas Negara.

Ketiga, menurutku (ini pendapat) pribadi, ini adalah bentuk “teror terselubung bagi Ulama Islam” seolah-olah dikatakan kepada mereka, “Jangan main-main, kalau kalian tidak ingin bernasib seperti Amrozi dkk.” Dan, aku berani spekulasi para Kyai tentu akan semakin ciut nyalinya untuk menegakkan panji-panji islam setelah menyaksikan dengan mata kepala dan hati sendiri, apa konsekwensi berjuang di jalan Islam.

Singkat kata, efek domino dari penyaksian para kyai itu adalah menggoyahkan semangat ulama dalam menegakkan Islam. Mereka jadi takut…. 👿 Setelah itu, tentu mereka akan bercerita kepada santri-santrinya, kepada jemaah majlis ta’limnya. “O, betapa beratnya…, jangan deh, sekali-kali mencoba menegakkan kebenaran atas nama Islam.”

Dan para santri mereka tentu kelak akan memiiki santri-santri lain dan tentu pula akan meneruskan kisah para kyai mereka yang menyaksikan dan mendampingi Amrozi, Ali Ghufron &  Imam Samudera dihukum MATI.

Memang, Islam tak harus selalu diperjuangkan dengan “Jalur Keras” namun mendengar dan melihat pemberitaan yang tidak berimbang, terus terang aku ngenes juga. Simaklah ulasan-ulasan di televisi yang kerap disampaikan dengan nada penuh kebencian. Penggiringan Opini di media Cetak juga sangat berepengaruh kepada Umat Islam yang awam. Kata-kata TEROR didesain seseram mungkin.

Memegang islam bagaikan memegang “bara api” dalam gelap. Kalau dipegang tangan melepuh, kalau dibuang tak bisa melihat. Islam hanya diberitakan ketika urusan Teror, Pertentangan Aliran, Poligami dan kawin-cerai para selebritas. Tidakkah ada sisi baik dan sudut damai dari Islam yang dapat menarik hati media untuk memberitakannya?

Entahlah…!

Aku juga tidak setuju Islam disebarkan dengan kekerasan. Namun, bila dipojokkan dan dikondisikan dalam situasi tidak mengenakkan seperti ini, aku harus memilih! 😆

Iklan

8 Tanggapan to “Wali Songo vs Siti Jenar II”

  1. Preman Says:

    Kang, Yang berani cuman Anton Medan.

  2. kangkliwon Says:

    wah kang kayaknya harus rajin2 latihan nih..

  3. omoshiroi_ Says:

    saya kira jika seorang ulama benar-benar ulama, maka tidak akan takut terhadap apapun di dunia ini jika harus menegakkan panji-panji kebenaran Islam kang..

  4. heruyaheru Says:

    jadi, amrozi cs itu mewakili islam ya mas?

  5. dalem 0990 Says:

    bagaimana mungkin bisa menegakkan panji-panji kebenaran Islam bila panji-panji Islam yang ada pada dirinya sendiri aja belum benar-benar tegak….

  6. shalatkhusyu Says:

    Sanggupkah kita seperti pejuang-pejuang Islam yang rela memberikan nyawa sebagai taruhannya, Subhanallah.
    Kalo ada waktu silakan dolan ke blog saya di http://www.shalatkhusyu.wordpress.com
    nuwun wass

  7. Aditya Subollo Says:

    Buat kalian semua. Kalau Indonesia perang sama Malaysia pada mau berjihad g ya?

  8. zubet estrada Says:

    allahhu akbar ya allah engkaulah maha pencipta semua ini adalah milikmu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: