Menjadi Kompasianawan

November 28, 2008

Kompas, akhirnya membuka akses blogging untuk publik. Walaupun menurut Om Pepih, masih agak malu-malu dan sedikit takut sekadar menyaring kebebasan agar tidak berwarna SARA. Bener juga sih, apalagi bagi media segede KOMPAS kehati-hatian tentu menjadi prioritas.

Aku sendiri bangga boleh menulis di Kompasiana.Com. Baru satu tulisan sih:The Power of Blog

kompasiana

Impian untuk menulis bagi sebuah media papan atas seperti Kompas dan Koran Tempo adalah impian sejak kecil, sejak ketika aku masih ingus. :mrgreen: Dan akhirnya cita-cita itu kesampaian. Puaassss! Uenak e jadi bloger, eh Kompasianawan.

BravoBlogerIndonesia.

Nih, aku kutipkan untuk anda:

Pesta Blogger ke 2 yang seharusnya terlaksana pada 27 Oktober 2008, sebagai Hari Blogger Nasional, akhirnya dapat berjalan dengan sukses pada 22 Nopember 2008 ini. Peserta dari berbagai penjuru nusantara tumpah ruah di Gedung BPPT, Jl. Thamrin Jakarta. Dan bahkan ada blogger asing dari Malaysia, Singapura, Philipina, Australia dan Amerika.

Dari gegap gempita pesta satu hal yang paling sangat amat menarik adalah turunnya Kedutaan Besar Amerika sebagai sponsor Pesta Blogger 2008. Dan konon, sang Duta Besar, negara Adi Daya itu, Cameron R. Hume berkenan hadir untuk menyerahkah sumbangan buku guna juga mendukung Gerakan 1000 Buku yang dipelopori oleh Komunitas BHI.

Publik pun bertanya, ada apa?

Dan pro kontrapun tak dapat dielakkan. Namun, ada satu hal yang juga sangat penting menjiwai blog dan blogger yang ada dibelakangnya, yaitu keinginan untuk berbagi. Jadi apa salahnya, kan? Dan kurang perlulah rasanya mencurigai, Apa kepentingan Amerika dibalik dukungannya terhadap PestaBlogger 2008 di Indonesia.

“Wah, bahaya itu kang. Tak mungkinlah bila tak ada kepentingan Amerika disitu. Ibarat pepatah, kalau tak ada berada, tak kan lah tempua itu bersarang rendah!, komentar seorang blogger.

“Semacam, ada udang dibalik batu, maksud anda?”, pancingku. Dia mengangguk.

Biar sajalah, dengan terbukanya khazanah blog ini artinya siapapun boleh berbuat, bercerita dan berbagi informasi. Yang penting bertanggung jawab. Namun, kembali lagi kepada satu hal yang sangat amat menarik tadi aku berpendapat bahwa kalaupun ada kepentingan dari Amerika adalah karena Kesadaran mereka terhadap kekuatan dahsyat di masa datang yang akan muncul dari blog. Yap, kekuatan sebuah blog. The Power of Blog.

Kita pernah tahu bahwa Kerajaan Malaysia sangat geram oleh ulah blogger mereka. Dan hampir semua politisi Malaysia adalah blogger. Sayangnya, budaya nge-blog belum membudaya dikalangan politisi Indonesia. Kenapa? Mungkin saja mereka malas, dan bisa jadi tidak mampu berpendapat lewat tulisan. Karena lebih gampang mengumpulkan wartawan berbagai media, cas-cis-cus beberapa patah kata, lalu makan-makan dan bagi-bagi amplop. Lebih mudah bukan?

Ah, sayang sekali. Andaisaja mereka, para politisi itu menyadari The Power Of Blog itu tadi tentu mereka akan berlomba untuk Blogging. Menurutku, kekuatan blog itu ada pada:

  1. Informasinya instan. Cepat saji, sehingga begitu diterbitkan langsung dapat dinikmati oleh pembacanya.
  2. Bebas, sehingga bila si penulis atau adminnya berkeinginan untuk mencari sensasi pun dengan blog sangat memungkinkan. Asal bertanggung jawab.
  3. Bebas hambatan. Asal ada komputer dan sambungan internet di sebuah “kamar kecil” di pedalaman sekalipun maka informasi itu akan sampai.
  4. Komunitas. Nah, ini sangat penting sebab melalui komunitas ini informasi hangat yang dikirim akan “meletup” dan menjalar menggegerkan dunia. Mungkin lebih dahsyat dari Bom Atom.
  5. Penggiringan Opini. Dengan adanya komunitas, maka pendapat masyarakat dapat digiring dengan seksama. Asal saja pendapat itu sejiwa dengan keinginan masyarakat.
  6. Kontrol Sosial. Dengan blog, kita dapat memberikan informasi yang beda dengan kebanyakan media pada umumnya. Sehingga blog dapat di jadikan sebagai informasi pembanding yang akan lebih menggigit lagi bila bloggernya menyaksikan langsung kejadian atau peristiwa yang ditulisnya.
  7. …. anda tambahkan sendiri

Terimakasih kepada Kompas, yang telah membuka akses Public Blogging, walau masih terkesan malu-malu dan agak takut-takut. Bravo, Blogger Indonesia

Rishag Andiko

a.k.a KANGTUTUR

Iklan

6 Tanggapan to “Menjadi Kompasianawan”

  1. aRuL Says:

    gimana caranya? langsung nulis?


  2. […] Sabtu 22/11/08, Mendadak Berpesta! – NIKMAT PESTA BLOGGER 2008 – Cerianya Pesta Blogger 2008 – Menjadi Kompasianawan – Lokasi Acara Pesta Blogger 2008 – Sedikit Oleh-oleh dari Pesta Blogger 2008 – Pesta Blogger 2008 […]

  3. latree Says:

    selamat kang. tulisannya memang layak sih. kalau aku… 😛


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: