Mas Yono, Mang Ucup dan Kang Tutur

Desember 4, 2008

Pusing dengan gonjang-ganjing dan menghangatnya suhu politik saat ini kang Tutur merebahkan jasad kerempengnya di kursi goyang yang reot. Segelas kopimiks dan sebatang krektek filter menemani lamunannya hingga 4 tahun ke belakang.

Teringat saat-saat menjelang pemilihan RT. Walaupun tinggal di perkampungan Betawi, namun sudah banyak pendatang yang tinggal di situ. Ada yang sudah punya rumah sendiri karena dapet mbeli dengan harga miring. Sebab yang punya kebelet naek haji dan anaknya ngebet pengen punya motor. Ada juga yang masih ngontrak. Layaknya kang Tutur sendiri.

Ketika itu, kami bertemu di Pos Ronda. Ada Mas Yono mantan kepala Keamanan, ada Mang Ucup Pedagang Keliling, Mas Anto, Mas Bowo, Kak Icang dan masih banyak lagi. Namun yang menonjol dalam cengkerama malam itu adalah Mas Yono dan Mang Ucup.

Pasalnya, setelah mengingat situasi dan kondisi warga RT kami, menimbang perlunya Pengurus yang berkualitas dan berdedikasi tinggi lalu akhirnya memutuskan Pasangan Mang Mas Yono dan Mang Ucup untuk diusung menjadi pemegang tampung kekuasaan di RT kami.

Mas Yono yang waktu tiba-tiba populer, sebab berani mengundurkan diri akibat merasa disepelekan oleh Bu Wati, Ketua RT kami waktu itu. Banyak ibu-ibu dan pedagang sayur keliling yang simpati kepada Mas Yono. Selain karena memang dia ganteng dan murah senyum. Tidak seperti Kepala Keamanan pada umumnya, yang kumisan, bewokan dan jarang tersenyum. Mas Yono begitu simpatik.

Demikian halnya dengan Mang Ucup, dia membatalkan pemilihan tingkat paguyuban karena peluangnya kecil. Dan dia tertarik untuk mendampingi Mas Yono dalam pertarungan pemilihan RT. Sebagai pedagang kawakan dia tahu betul kemana angin bertiup. 😆

Malam semakin larut, satu per satu pamit mengundurkan diri. Akhirnya tinggal kami bertiga. Mas Yono, Mang Ucup dan kang Tutur, tentunya. Perbincangan semakin serius dan menjurus. kang Tutur menyimak dengan saksama.

“Saya harus mengakui, Mas Yono sedang berkibar, mendapat banyak simpati. Jadi saya tahu dirilah. Mas Yono yang maju, saya menjadi pendamping saja”, kata Mang Ucup sedikit menghela napas agak berat.

“Tapi…”, jawab Mas Yono ragu-ragu. Dan langsung ditimpali oleh Mang Ucup.

“Ah, sudahlah! Tak usah terlalu dipikirkan. Biaya akan saya sediakan.”, tegas Mang Ucup. Mas Yono angguk-angguk.

“Hmm…, bukan. Bukan itu saja…”

“Bukankah pengalaman telah membuktikan. Kerjasama kita dalam mengatasi tawuran antar warga terbukti sukses? Itu sudah modal yang kuat untuk menjaring dukungan.”, tambah Mang Ucup.

“Saya rasa, Mas Yono sedikit ragu. Sebab sebagaimana lazimnya kaum dagang, tentu tak mau keluar uang dengan percuma…?”, kang Tutur yang tadi menyimak memotong pembicaraan. “Saya dapat menangkap suasana hati Mas Yono yang agak keberatan karena merasa terutang budi.”, tegas kang Tutur pula. Mas Yono angguk-angguk dan tersenyum.

“Oh, itu… Jangan terlalu dipikirkan. Nantilah kita atur. Saat ini yang penting, bagaimana kita bisa mendapatkan dukungan suara terbanyak.”, Mang Ucup menegaskan.

“Bersama Kita Bisa!!!”, seru kang Tutur tiba-tiba.

“Naaaah…….!”

***

Kini setelah 4 tahun berlalu. Kang Tutur baru sadar, bahwa keraguan Mas Yono dulu ternyata ada benarnya. Apa lagi setelah ada celetukan dari Wak Syamsul bahwa Ketua RT Sejati adalah Mang Ucup. Sementara Mas Yono lebih banyak kalem, senang berpidato menenangkan ibu-ibu rumah tangga karena harga-harga naik. Beras, minyak gorang, telor, tahu tempe, asam garam semuanya naik.

“Ah… tapi senyumnya tak semanis dulu…!”, tiba-tiba isteri kang Tutur menyentakkan lamunan.

“Masa’ siiih…..”, dengan sedikit menggoda kang Tutur menggendong isterinya ke peraduan. Melupakan kisah Mas Yono dan Mang Ucup di Pos Ronda 4 tahun lalu.

Ada kisah asyik yang diukirnya bersama permausuri malam ini. Anak-anak sudah lelap dalam tidurnya.

Iklan

4 Tanggapan to “Mas Yono, Mang Ucup dan Kang Tutur”

  1. Hedi Says:

    hehehe tapi saya tetep golput 😀

  2. omoshiroi_ Says:

    di perkampungan situ, ustadz yg budi pekertinya baik siapa namanya Kang?

  3. riko Says:

    seruan cerita yang bagian2 akhir kang ;))
    hehehe

  4. latree Says:

    jadi inget pak erte dan satpam di ‘suami2takutistri’ 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: