Memilih itu Haram?

Februari 2, 2009

Sebagai Rakyat (dengan “R”) yang ingin hidup makmur, sejahtera, aman dan tenteram di Negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi ini sudah barang tentu yang jadi tumpuan harapan adalah Pemimpin No. 1 Republik ini, yaitu Presiden. Adakah dia kelak akan berlaku adil dan berpihak kepada Rakyat? Membela kepentingan Rakyat? Bila perlu mengorbankan dan mengabaikan kepentingannya sendiri. Halah, terlalu muluk bila kita berharap mendapatkan yang seperti itu.

Sekarang mereka, para kandidat Presiden itu, berkoar-koar bahwa dirinya lah yang paling mengerti urusan Rakyat. Dirinya lah yang paling pinter, patut dan pantes membawa kemakmuran bagi Rakyat. Beras murah, pendidikan murah, sembako murah, energi murah, rumah murah, dan segalanya murah. (Emang e kaki 5?)

Jadilah segala janji berserakkan, berhamburan, bertebaran tak karuan. Persis pedagang kaki 5 di Pasar Senen dan Tanah Abang. Dipilih… dipilih… dipiliiiih!!! Segala merek top ada di sini!

Dan dapat dipastikan, semuanya merek Palsu. 😆

Milyaran rupiah berhamburan untuk membuat iklan kecap nomor wahid. Paling kental, paling asin dan paling manis. Sehingga mata kita pun berkunang-kunang memandangi spanduk dan baliho warna-warni mengumbar janji dan mimpi. Tapi, paling-paling…, yah paling-paling (baca: muter-muter, puyeng). Bak pimping di lereng bukit. Kemana angin bertiup ke sana arah condongnya.

Lihatlah, hampir dapat dipastikan tidak ada lagi idealisme yang membedakan satu partai dengan partai lainnya. Satu saat terdengar berlawanan (oposisi) dan dilain saat berkawanan (koalisi). Jadi kepada siapakah sebenarnya kita layak percaya?

Golput Haram?

Agaknya rakyat tak mau lagi dikibuli dan diimingi janji-janji. Apatis, masa bodoh dan tak bergairah. Sehingga dikabarkan sebagian besar sudah bersiap untuk tidak akan memilih, alias Golput. Meningkatnya angka keinginan untuk Golput ini digonjang ganjingi melahirkan Fatwa Haram. Golput Haram? “ngada ngada ajah”

Atau Memilih Haram?

Anehnya, hatiku malah berpikir bahwa Memilih itu Haram! Sudah jelas yang akan dipilih belum layak dipercaya. Ada keraguan di hati dan pikiran kita. Lalu kenapa harus kita pilih juga? Andaikata mereka nanti akan pilih itu malah menzalimi, menganiaya dan menelantarkan kita sebagai Rakyat Indonesia? Bukankah kita telah ikut menzalimi bangsa ini, dengan memilih Pemimpin yang tidak becus? Pertanyaannya, Sekarang ada berapa banyak ulama yang mau berhimpun membuat Fatwa Memilih itu Haram? 😆

Janganlah lagi banyak berharap! Toh, kalau kita masih ingin berharap, berharaplah pada Allah swt, Sang Maha Penguasa, Maha Adil dan Maha Kaya. Sehingga Rakyat kita tidak perlu lagi antre berdempetan dan berhimpitan untuk membeli keperluan kehidupan sehari-hari. Hmm… maksud saya begini, sebelum memilih mari kita bertanya pada Beliau swt dengan Istikharah, bertanya mana yang Terbaik bagi kita di dunia hingga hari Pembalasan kelak. Meminta pertimbangan Allah swt, sangat penting dalam menentukan pilihan kita.

Ah, siapa tahu Sang Maha Mengetahui mengilhami kita, bahwa Tidak Memilih itu Lebih Baik. Dan Memilih itu Haram 😆

Iklan

7 Tanggapan to “Memilih itu Haram?”

  1. hedi Says:

    biarlah, haram atau enggak itu urusan Allah yang menentukan, saya tetep akan golput 😀

  2. anton Says:

    hola, blogwalking pagi2


  3. dari dulu aku selalu golput!!!!!!
    kenapa ? karena politikus atau orang yg merasa mewakili kita tidak pernah benar2 memperjuangkan kita …………..
    mereka cuma memperkaya diri….,….

  4. riko Says:

    yang di ikuti itu yang pantes2 aja….
    kalau yang abnormal gini ngapain di ikutin…

  5. ndop Says:

    kalau nggak pemimpin yang cocok, lah siapa yang mimpin negeri ini kang???

  6. dir88gun Says:

    assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/17/demokrasi-bukan-jalan-perubahan-hakiki/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  7. Dudayz Says:

    Ganti sistem yang tepat mah ! masa sistem kafir masih tetep dipake !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: