Naga Bonar Jadi Presiden

Februari 28, 2009

Nampaknya Dedi Mizwar tidak sedang membuat film, apalagi film komedi. Gelegar deklarasi pencalonan Jenderal Naga Bonar lumayan menghebohkan ranah politik di tanah air, Indonesia.

Sebenarnya, bila pola administrasi sebuah negara telah baku dan bila tata laksana birokrasi sudah mapan tak penting lagi siapa yang akan menjadi Presiden dan dari partai mana Presiden itu berasal. Juga tak penting benar, dari kalangan mana Presiden itu bertolak.

Amerika sebagai negara Adi Daya Adi Kuasa, telah membuktikan hal itu. Ronald Reagen yang aktor, juga bintang film pernah menjabat Presiden. Arnold, Sang Terminator, sekarang sedang memangku jabatan Gubernur. Di dalam negeri sendiri peluang itu sebenarnya sudah terbuka. Terbukti dengan pencapaian Dede Yusuf, Rano Karno dan Dicky Chandra. Jadi memang tak ada yang aneh. Apalagi lucu. 😆

Apatisme dan kelelahan masyarakat menunggu calon Presiden alternatif memang cukup melelahkan. Dengan munculnya Jenderal Naga Bonar ada sesuatu yang segar. Setidaknya otak kita terusik untuk “Thinking Black”, berpikir dari sudut pandang yang sama sekali berbeda.

Jadi apa salahnya?

Nama-nama yang muncul sebelum ini sebut saja Jenderal (bekas) Wiranto, Letjen (mantan) Prabowo, Letjen (eks) Sutiyoso dan Jenderal (purn) “sedang berkuasa” SBY dari informasi media massa masing-masing ditengarai bermasalah. Tidak banyak “rakyat yang terdidik politik” menaruh harapan kepada mereka.

Lain dari pada itu, dari kalangan akademis, politisi dan aktivis santer juga nama-nama seperti Rizal Malarangeng, Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Fadjroel Rachman, Ratna Sarumpaet dan memang tak ada salahnya bila kalangan seniman, artis, aktor, budayawan tiba-tiba mengusung Dedy Mizwar, Sang Jendral Naga Bonar untuk NyaPres.

Itu kan terserah rakyat, toh? Bukankah penguasa tertinggi pada sebuah negara demokrasi ada RAKYAT? Jadi kalo rakyat yang memilih dan menentukan siapa yang sanggup menolak.

Sebelum mengangkat seorang Penghulu, di Minangkabau ada yang namanya Dituah – Dicilakoi (setara dengan Fit & Proper Test). Artinya, anggota masyarakat mengkaji dedikasi, kapabilitas, loyalitas dan leadership seorang calon penghulu untuk menemukan apakah dia BERTUAH atau akan membawa CELAKA.

Iseng-iseng mari kita coba lihat, apa saja kira-kira Tuah yang dimiliki Jenderal Kancil ini. Tentu kita memantau dari dunia dimana Dedy Mizwar berkecimpung, yaitu ranah perfilman.

  • Dedikasinya dibidang film, tentu tak ada yang meragukan lagi.
  • Kapabilitasnya? Sudah terbukti dengan jejeran judul film yang dimainkan dan dibuatnya. Sebagai aktor, produser dan bahkan sutradara.
  • Eksistensinya di dunia film hingga sekarang cukup lah sebagai bukti bahwa dia loyal.
  • Leadership, sebagai Manger/Direktur dari rumah produksinya, sebagai Sutradara dari film yang dibuatnya dan sebagai Ketua pada organisasi perfilman juga membuktikan “Bang Naga” memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

“Ah, tapi ini kan mengurus mengurus negara? Ya, beda donk!”, dapatku dengar hati dan pikiran anda nyeletuk seperti itu. Oke…!

Namun kalau dipikir-pikir ulang apa bedanya masyarakat film dan masyarakat negara? Yang pasti hanya dalam jumlah dan luasnya cakupan. Lagi pula, kalau toh, nanti terpilih, tentu Bung Dedy bisa merekrut orang-orang yang ahli dan kompeten untuk membantunya.

“O, jadi kang Tutur, ngedukung nih ceritanya?”

“Eits, kok malah nuduh gitu…!”

“Kita baru saja “menuahi” sang Calon Presiden. Belum “menyelakai”nya bukan?”

“Lantas kapan?”

“O… ndak usah buru-buru, waktu masih panjang. Kita simak saja dulu apa kata para pengamat, kata para pesaing, kata para pendukung, kata para penyirik, kata para pendengki, kata para tukang ojek, kata para tukang sayur, kata para supir taksi, kata para selebriti, politisi, saksi dan… kata kang Tutur nantinya…! Baru boleh anda memutuskan dan menuduh kalau kang Tutur itu pendukungnya. Sebab bisa-bisa jadi pesaingnya loh…”

Namun ada yang menarik. Bila ternyata “Naga Bonar” ini adalah “Kuda Hitam” dan mendapat dukungan luas dari rakyat, bagaikan Hussein Obama, Presiden Amerika itu, maka timbul pertanyaan, “Apa kira-kira tindakan para politisi di Senayan?”

Sebab bisa saja calon Golput yang apatis sekitar 50% itu malah mendukung. Dengan alasan bahwa ini zaman edan-zaman lucu-lucuan. Yah, sudah sekalian kita bikin Indonesia ini sebagai negara Terlucu di dunia. Dan tiba-tiba motivasi untuk melucu ini akhirnya malah mengantar Dedy Mizwar melenggang ke Istana Negara. Siapa yang sanggup melarang dan menghalangi.

Wah, kalau ini terjadi tentu acara Republik Mimpi, Democrazy dan sejenisnya tak akan tayang lagi. Sebab kenyataan yang terjadi di masyarakat lebih lucu dari acara yang mereka sajikan.

😆 😆 😆 😆 😆

illustrations_tuzki002 illustrations_tuzki010

Iklan

4 Tanggapan to “Naga Bonar Jadi Presiden”

  1. Ogi Says:

    ada ada aja jendral ini

  2. ariapekik Says:

    Naga Bonar Menggugah Dunia?

  3. WILLIAM Says:

    halooo

    blognya bagus,.,.

    tipsnya donk biar ikut2an bagus pageranknya.,.,.

    thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: