O… Sultan

April 2, 2009

sultan-hb-xPesona kekuasaan (tahta) sepertinya memang hanya dapat diimbangi oleh perempuan (wanita) dan kekayaan (harta).

Sultan Jogja, Hamengku Buwono X, terkesan begitu bernafsu untuk maju jadi Presiden RI berikutnya. Ada apa?

Sekadar kilas balik, begitu Indonesia Merdeka, Sultan Hamengku Buwono IX langsung memutuskan untuk bergabung dengan Indonesia. Sebuah pilihan yang bijak dan selangkah lebih maju dibanding dengan Raja-raja Nusantara lainnya. Buktinya hingga kini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat lebih mendapat tempat dibanding dengan kerajaan-kerajaan lain itu.

Dimasa Soeharto, Sultan HB IX juga hanya mau menjadi Wakil Presiden 1 X saja. Dan konon, beliau tidak menetapkan penggantinya atawa penerusnya. Namun, akhirnya kita tahu masih ada Sultan HB X.

Dan kini akan “bertempur” pada Pemilihan Presiden mendatang. Sekali lagi ada apa?

Aku menemukan beberapa artikel menarik, satu di WIKIPEDIA dan satu lagi di blog MASAD MASRUR.

Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan??? Bener sodara!

Belajar dari sejarah, Jogya adalah pecahan dari Kerajaan Mataram yang kini telah menjadi 4 (empat) yaitu:

  1. Kasunanan Kartasura;Amangkurat (1680 – 1742)
  2. Kasunanan Surakarta; Paku Buwono (1745 – Kini)
  3. Kasunanan Mangkunagaran; Mangku Nagara (1757 – Kini), dan
  4. Kasultanan Yogyakarta; Hamengku Bowono (1755 – Kini)
  5. Kadipaten Paku Alaman; Paku Alam (1813 -Kini)

Mataram, sebuah Kerajaan yang hebat dan tangguh itu akhirnya hancur dari dalam oleh perbutan kekuasaan. Dan, di Surakarta saat ini masih belum jelas siapa pelanjut tahta, karena masih terjadi perebutan antara Pangeran Ngabehi dan Pangeran Tejowulan.

Terus terang, aku ragu bila Sultan jadi Presiden RI malah justeru mengembalikan tradisi “Perbeutan Kekuasaan” itu kembali.

Jadi alangkah baiknya beliau menjadi Negarawan saja.

Dan, mungkin yang terjadi saat ini adalah karena “dosa warisan” dimana Sultan HB X dirasuki arwah leluhurnya dan mungkin juga dapat bisikan dari Laut Kidul, lalu kemudian “bernafsu” untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar dari sekadar Yogyakarta.

Seterusnya?

Entahlah…!

Itu saja…!

sumber: Politikana.Com

Iklan

4 Tanggapan to “O… Sultan”

  1. budisan68 Says:

    seneng kalau memang langsung jadi presiden dan pemerintahannya berjalan mulus. lha kalau gak mulus kemudian “Raja”kita dihujat oleh orang-orang rasanya gimana ya… kok belum siap. karena bagaimanapun sultan masih simbol “raja” bagi orang jawa pada khususnya

  2. budisan68 Says:

    baiknya sultan tetap jadi raja, jangan jadi presiden


  3. Kula Sarujuk kaliyan Mas Budi Sultan Punika panci dereng wayahipun amengku pusering praja Indonesia, taksih kedah hamomong kawula ing ngayogyakarta hadiningrat,….nanging bok bilih sampun karsaning widdhi bilih Gara – Gara Kalatidha saweg lumampah…..


  4. Lebih baik tabalkan bete untuk di nobatkan mjd sultan di negeri ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: