Stop KDRT | Kembalikan Ceria Buk Etty

Maret 19, 2012

Siapa saja yang mengenalnya akan sepakat dengan saya. Dia, sosok yang akan saya ulas ini adalah seorang yang sangat bersahabat, ramah dan ceria.

Wirdayati, Etty, di masa sekolah dulu saya dan kawan-kawan menyapanya begitu. Etty Madin tepatnya. Suaranya melengking, gerak-geriknya cekatan dan lincah. Beberapa tahun lalu, saya masih merasakan keceriaan dan keramahan itu ketika bertemunya dengannya di Jakarta.

Namun apa hendak dikata, mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Beberapa pekan lalu saya mendapat kabar tak mengenakkan tentang dia. Lama saya tercenung, memikirkan nasib yang menimpanya, saat ini.

Bolak-balik saya berpikir bagaimana cara menolongnya keluar dari masalah yang menderanya. Apakah akan mengabarkannya sehingga menemukan jalan keluar, atau memendamnya sebagai kabar buruk lalu membiarkannya larut dan tenggelam dengan masalahnya sendiri.

Huff…, akhirnya, nurani saya mengatakan bahwa saya sebaiknya mengabarkan pada anda, kita semua.

Buk Etty, alumni Tata Busana – IKIP Padang itu, kini masih mengajar di SMK Pertiwi Jakarta, sejak sekira 5 tahun lalu terpaksa menjadi “Single Parent” untuk 4 orang anak-anaknya. Suaminya, dikabarkan telah berpaling ke lain hati.

Bila sekadar berpaling ke lain hati tentu bukan masalah berat benar rasanya. Tetapi ketika sang suami tak lagi menyalurkan nafkah bagi keluarga, isteri dan anak-anaknya tentu akan sangat memberatkan baginya, dan juga nak-anaknya.

Aaargh…, tetapi tidak hanya itu, suami yang ringan tangan, berani main “lompang’ ini terdengar sangat menyakitkan. Perih…!

Dan yang lebih memilukan lagi, adalah keberanian suami terang-terangan mengajak perempuan lain itu ke rumah, tanpa pernah berpikir dampaknya terhadap anak-anak mereka.

Mencoba Bangkit

Sebagai guru di sekolah kejuruan, masih beruntung buk Etty dikaruniai banyak keahlian untuk menyambung hidup keluarga, dengan menjalani berbagai usaha sampingan. Menjahit pakaian, berjualan kue-kue, ehm… bahkan jualan mobil bekas pun dilakoninya.

Hebat bukan?!

Ketika mengintip ke kronologi facebooknya, saya menemukan berbagai keluhan dan sekaligus ketegaran. Coba anda simak….;

  • hancur luluh jiwa dan raga, tak percaya tapi nyata…
  • KeSaDaRan satu detik lebih berharga dari PENGALAMAN SERIBU TAHUN
  • saatnya melakukan perobahan “PASTI” …dg lantang katakan ” BISA” !!!

Tapi daya manusia ada batasnya, kini buk Etty sedang mengahadapi sidang “gugat cerai” atas suaminya. Tak ada kawan tempat berbagi, tak ada saudara tmpat bertanya di Jakarta. Kalaupun ada orang kampuang, tentu “malu” rasanya. Sebab dengan cara berpikir lama, ini perkara adalah aib bagi keluarga.

Dan zaman telah berubah buk Etty…! Setelah kabar itu sampai ke telinga saya, dalam kajian perenungan yang cukup dalam, entah akan menolong atau tidak. Saya ingin mengajak kawan-kawan dan para dunsanak kita uRang Payobasuang terlibat dan melibatkan diri untuk meringankan beban mu. Itulah wujud kebersamaan sosial yang nyata.

Saya, secara pribadi tentu belum dapat membantu banyak, namun saya yakin dengan kita yang banyak ini ada harapan meringankan derita mu. Jangan telan sendiri kegalauan mu, masih ada kami warga sekampuang dengan mu, yang insya Allah dengan cara dan kemampuannya masing-masing akan dengan lantang berkata, “Saya akan membantu….!”

Akhirnya, mari kita saling merangkul, tak ada kusut yang tak selesai, boRek samo dipikuoH, ringan samo kito jinjiang.

Ma’afkan saya, mengabarkan ini pada dunia. Salam, semoga masih tabah dan sabar selalu.

***

Note:

Info terakhir, pihak suami katanya sudah sangat bersilantas angan, sebab menurut dia buk Etty, tak punya sesiapa di Rantau bang Mandra ini. Eheheh, belum tau dia…….!!!

 

sumber: Koran Baran

Iklan

2 Tanggapan to “Stop KDRT | Kembalikan Ceria Buk Etty”

  1. arif Says:

    setuju, jangan ada lagi kasus kejahatan dalam rumah tangga

  2. Maximum Says:

    Ikut Prihatin atas apa yang diderita oleh buk etty terutama dalam menjaga hati dan anak-anaknya ketika suaminya berani mengajak wanita lain ke rumahnya. sangat memalukan sekali dan tidak berpendidikan. semoga saja dia sadar akan kuasa tuhan. amin.. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: