The Hopeless Power | Politaktik.Com

Januari 12, 2013

Kenapa tertawa?! Ada yang aneh?

Ah, itu kan dugaan saya saja, yang menyangka anda tertawa dan juga mencibir ketika membaca judul artikel ini. (Lupakan!)

Jujur, saya sendiri bingung menerjemahkan makna judul itu. Tapi itulah yang muncul saat membolak balik halaman politaktik.com yang baru tayang ini.

Begini sodara…

Kalian tentu tahu, rekam jejak pemerintahan di Republik ini, setidaknya satu dasawarsa ke belakang. Kita (Rakyat indonesia) seperti mengalami sindrom “tanpa harapan” apa saja yang jadi kebijakan pemerintah bukanlah apa yang diharapkan rakyat, sesungguhnya.

Banyak contoh yang bisa diungkapkan, sebenarnya. Dan saya yakin anda semua terlalu cerdas untuk digurui dengan hal-hal yang bisa diperoleh dengan sekadar klak-klik bersama tuan Google.

Sebagai urang Minang, yang memang terkontaminasi berat oleh keyakinan, “Alam Takambang jadi Guru” para tetua kami di Minangkabau pernah memberi wejangan, “Agak-agak nan di ateh, nan dibawah kok ma-himpok”. (Hati-hati yang di atas – sedang berkuasa – yang di bawah bakalan menimpa). Dimana ada wejangan yang tersirat bahwa tak ada yang abadi di dunia, selalu ada pergantian, perubahan dan pertukaran.

Akumulasi perasaan tak berdaya, tanpa harapan itu pada saatnya kelak justru akan melahirkan kekuatan (Power) yang menurut kajian sejarah boleh jadi tanpa batas dan sangat kuat. PowerFull…!

 

Jempol adalah simbol dukungan di alam maya. Tapi coba amati ketika jempol dipasang terbalik. Bebaskan imajinasimu. untuk itulah akal diciptakan, guna menggali berbagai kemungkinan.

Tentu anda bertanya, apa yang saya pikirkan? (Nggak sih gak pa pa juga :p )dislike

Dalam pengamatan saya, jempol terbalik itu bagai “palu” atau “kampak” kecil bergerigi pula. Tumpul atau tajam tidak soal. Akan jadi soal ketika dia berkumpul mengakumulasi dalam jumlah yang sangat banyak, melebihi digit-digit numerik yang pernah terpikirkan oleh mu.

Dan, kampak-kampak kecil itu dipegang oleh manusia-manusia yang telah sadar dan muak oleh ketidak berdayaan dan “hopeless” itu. Lalu muncullah gagasan-gagasan baru yang memicu kebersamaan, perasaan senasib sepenanggungan… lalu menjadi kekuatan yang penuh harapan. Siapa sanggup membayangkan hal-hal yang akan terjadi ketika mereka, kita, MELAWAN.

Ehm… begitulah…., sekelumit gagasan sederhana saya. Dan saya berpikir, untuk tujuan itulah, kita… eh, POLTAKTIK.COM itu ADA.

Ehehehe…

Iklan

8 Tanggapan to “The Hopeless Power | Politaktik.Com”

  1. Outbound Says:

    Segera saya mendaftar dan akan saya rekomendasikan ke teman.
    Politaktik.Com tempat curhat yang cocok.


  2. nice post..
    salam kenal u/ politaktik.com


  3. Salam Kenal dari saya
    Mampir Y
    Di tunggu kedatangannyaa
    http://komputer-t.blogspot.com/

  4. haloforedi Says:

    Salam kenal ya bang semoga politaktik.com nya tambah ramai. Melihat dari nama domainnya pasti tentang curhatan politik bangsa kita ini ya bang ?. Mohon maaf pada saat ke TKP politaktik tidak bisa dibuka, mungkin sedang down. Jujur saya ga terlalu faham dengan politik, maklum lah saya hanya ibu rumah tangga biasa yang sehari-hari bisanya hanya masak dan urus keluarga saja.

    Oya bang ibarat kata pepatah sambil menyelam, boleh donk minum airnya dikit. Maaf ya bang, aku ada sedikit info , apabila diantara bapak/ibu mempunyai masalah seksualitas dalam keluarga, kami punya solusi, silahkan berkunjung ke toko online kami


  5. saya ijin ke TKP admin


  6. Akumulasi perasaan tak berdaya, tanpa harapan ternyata bisa menjadi senjata yang berbahaya toh..menarik!


  7. the hopeless power,memang mencerminkan keadaan politik kita saat ini.Kekuatan yang berasal dari harapan untuk berubah lebih baik.Keadaan dari ktidakberdayaan dan rasa putus asa

  8. icom v80 Says:

    bisa jadi.. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: