Tragedi Kepemudaan, Nasionalisme dan Semangat untuk Bersatu (2)

Oktober 30, 2015

Saya mendapatkan pendidikan sekolah menengah di kampung, sebuah kota kecil di Sumatera Barat, Kota Payakumbuh. Walaupun begitu, dari kawan-kawan yang berdiam dan bersekolah di Jakarta SMKN 29 (Penerbangan) – dulu STM Penerbangan BLOK M – dengan kode sandi KAPAL BLOK M dan sebagainya, saya pernah mendengar bagaimana “sepak terjang” anak-anak KAPAL BLOK M ini di masa lalu. Almarhum Papa saya juga pernah bercerita dulu.

Namun semua itu masa lalu. Saya berani memasukkan anak saya bersekolah di sana pun sudah dengan pertimbangan dan kesepakatan yang matang dengan anak saya. Kami sudah rancang strategi agar aman dari sentuhan siswa-siswa jahil di luar sana. Salah satunya dengan mengantarnya ke sekolah setiap hari dengan sepeda motor.

Namun sebagus dan sesempurna apapun kita berrencana, tetaplah rencana Tuhan yang berlaku. Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitu kata petuah dari Minangkabau kampung aseli saya.

Dan setahu saya, sudah sangat banyak KEMAJUAN yang dicapai oleh SMKN 29 Penerbangan ini. Khususnya dalam hal DISIPLIN. Ketahuan tawuran tak ada AMPUN. Langsung DIKELUARKAN.

Okelah…, karena kegalauan ini belum juga hendak berakhir. Saya mencoba kemungkinan-kemungkinan untuk mengetahui dan bahkan menemukan para pelaku itu. Pemuda macam apa sih mereka? Itu pertanyaan yang bergelayut di otak saya.

Tetiba melintas soal nomor IMEI yang ada di hape anak saya. Kenapa IMEI? Karena kalau nomor hape, tentu sudah dibuang oleh para pelaku agar tidak bisa dihubungi. Maling kelas kampung pun akan melakukan hal itu. 🙂

Saya mencoba mencari orang-orang yang punya akses dan kapasitas untuk melacak keberadaan hape yang dirampok itu. Bukan sekadar hape itu bisa kembali (harapan yang gak masuk akal) namun lebih kepada keinginan untuk membantu PETUGAS melacak dan menemukan PELAKU KRIMINAL. (Apakah harapan ini lebih masuk akal?)

Begini pembaca, untuk mendapatkan peluang itu saya mencoba share ke berbagai media sosial dengan harapan menjadi viral dan disebar ke mana-mana hingga sampai ke aparat yang berwenang menegakkan hukum. Bukankah ini Negara HUKUM? Ini, bentuknya:

Adakah kawan2 yg punya akses ke perangkat teknologi pelacak Android lewat nomor IMEI?

Tadi malam anak saya dikeroyok 10 orang. HP dan bbrp barang lain diambil.
Kerna kejadiannya malam. Muka pelaku sulit dikenali. Cara yg memungkinkan dg cara melacak HP tersebut.
Anak saya, korban kenakalan siswa dg 5 jahitan di kepala.
Ini data IMEInya:

IMEI 1
864179026787413
IMEI 2
864179026787421

Cuma itu barang bukti yg memungkinkan sampai ke pelaku.

😭😭😭

Beberapa kawan lalu memberi simpati dan berkirim do’a. Terimakasih. Ada juga yang serius menanggapi dan berkomentar lewat JaPri.

Chalim Think: Salam kenal Uda..Saya Chalim warga ThinkingLand Semoga putranya lekas sembuh. Berikut ada artikel utk mengetahui posisi hp yg hilang.
Saya: Makasih
Chalim Think: 1. Kerja sama dg operator & pihak kepolisian – 2. Ada settingan di hp
Saya: Iya. Itu yg gak mungkin. Kalo sekadar hp, tentu apalah bagi mereka. Persoalannya, kasus ini kan berguna utk melacak para pelaku. Tapi keknya, gak penting2 amat. Sdh teramat biasa kasus kenakalan pelajar ini.
Chalim Think: Klo kejadiannya yg mengalami anak para petinggi, ada kemungkinan diusut tuntas..
Saya: Iya…
Chalim Think: Iya yg bisa kita lakukan; 1. Kreatif dg cara kita sendiri. 2. Berdoa pd Allah yg menguasai segalanya
Untuk antisipasi ke depan, hp android bisa diinstall aplikasi: 1. Android device manager, 2. Cerberus Anti Theft
Saya: Iya mas
Chalim Think: HP jg perlu dikasih pengaman/password. Hanya bisa diakses lg klo sudah di flashing ROM/install ulang sistem. Jd klo pencuri ngga ngerti teknologi ngga bisa flashing ROM. Selama belum di flashing masih bisa dilacak.

Saya: Terimakasih Mas, infonya.

Dari artikel yang ditunjukkan itu saya coba share kegalauan saya ke pihak operator, kebetulan anak saya pengguna 3 (Tri) dan alhamdulillah, walau belum memuaskan dijawab pun sudah, “sesuatu” rasanya:

Hai, kami informasikan untuk saat ini layanan kartu Tri belum dapat melakukan pelacakan nomor kartu Tri yang hilang serta pemindahan data-data pada nomor Tri sebelumnya. Namun apabila kamu ingin menggunakan nomor Tri yang sama, dapat melakukan pergantian simcard di 3store terdekat dengan kondisi kartu dalam keadaan masih aktif.

Kami sarankan kamu membawa kartu identitas seperti KTP/SIM/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa dan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 (jika kartunya hilang atau rusak yang bukan dikarenakan pemakaian), apabila kartu Tri-nya masih ada maka tidak dikenakan biaya.

Hehehe, yeah… begitulah Negeri ku Tercinta INDONESIA ini. Masih adakah harapan hidup aman, nyaman dan damai di Negeri ini?

Dan kerennya, mereka para Pelaku itu akhirnya MENGAKUI.

Pengakuan Bhazack

Halo Pak Polisi, Pak Badrodin Haiti, Pak Kapolda Metrojaya. Pak Presiden Joko Widodo, Pak Gubernur AHOK dan siapa saja para Penegak Hukum Negeri ini. Berani tangkap Pelaku Kriminal ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: